SIDOARJO (WartaNusa.Net) – Kontraktor berinisial DA menepis keras tudingan yang menyebut dirinya memonopoli 11 paket tender proyek di Kabupaten Sidoarjo dengan total nilai mencapai Rp 27,8 miliar.
Bantahan tersebut disampaikan DA saat bertemu langsung dengan tim media di kantornya yang berlokasi di kawasan perumahan elite Kota Delta, usai pelaksanaan sholat Jumat (24/7/2026). Secara terbuka, DA bahkan bersumpah tidak melakukan seperti apa yang dituduhkan.
”Sumpah Demi Allah, saya hanya mendapatkan dua paket proyek saja tahun ini. Itu pun murni menggunakan bendera perusahaan milik saya sendiri,” tegas DA di hadapan dua tim awak media.
Terkait adanya bendera perusahaan milik DA yang digunakan oleh rekannya berinisial RZK, DA menjelaskan bahwa hal itu merupakan bentuk saling bantu antar sesama kontraktor tanpa dipungut biaya.
”Saya tidak meminta uang pinjam bendera kepada RZK. Dulu saat dia punya bendera, saya pinjam juga tidak pernah dimintai imbalan. Sekarang saya berlakukan hal yang sama, apalagi RZK bertindak sebagai direktur di CV milik saya tersebut,” ujar DA.
Bantah Kelompokkan Kontraktor dan Jelaskan Hubungan dengan Perusahaan Lain
DA juga mengklarifikasi informasi yang beredar terkait keterlibatannya dengan sejumlah nama kontraktor lain yang sempat disinggung oleh pejabat dinas dan inspektorat.
”Domas dan Ardhi Bila, kalau dulu memang iya saya yang bawa. Tapi sekarang mereka sudah jalan sendiri-sendiri. Untuk Cipta Buana, tahun 2023 lalu memang saya pakai untuk lelang SMPN 2 Prambon. Sekarang DN (pemilik Cipta Buana) sudah tidak bersama saya lagi. Jadi murni dua paket yang saya tawar dan menang tahun ini menggunakan satu bendera milik saya sendiri. Mereka itu dulunya belajar nawar lelang dari saya, dan karena sudah bisa, sekarang jalan masing-masing,” terangnya.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak berminat mengambil proyek dengan nilai di bawah Rp 2 miliar.
”Terlalu kecil, buat apa. Di beberapa tender besar seperti Rumah Pompa dan RSUD Sedati saya kalah dari Ggh. Tender Gisik Cemandi juga kalah. Tapi walaupun kalah, saya tidak pernah mengajukan sanggahan. Apalagi yang menang di Gisik Cemandi itu masih ‘Paklik’ (paman) saya sendiri. Saya hormat, mereka yang menang memang kontraktor hebat-hebat, saya akui,” lanjutnya.
Munculnya Nama RDM dan Dugaan Modus “Ngering” Lelang
Dalam kesempatan tersebut, DA membeberkan dinamika baru di lingkaran kontraktor Sidoarjo. Ia menyebutkan kemunculan figur lama berinisial RDM yang sempat menghilang, namun kini aktif kembali.
”Setahun lalu (2025), RDM sering main ke kantor saya, lalu tiba-tiba menghilang. Dia muncul kembali setelah benderanya menang lelang di Dinas Pendidikan,” ungkap DA.
RDM diduga merupakan kontraktor lama Sidoarjo yang sempat vakum karena mengalami kendala, lalu kini membentuk kelompok baru (ngering) bekerjasama dengan kontraktor dari luar Sidoarjo.
Modus yang diduga digunakan adalah Pinjam Bendera (PB) dari perusahaan luar daerah, dengan cara membuat kantor cabang di Sidoarjo agar meloloskan berkas administrasi di Tim PBJ dan Pokja lelang. RDM sendiri baru-baru ini sempat memicu kegaduhan di Kota Malang usai melayangkan sanggahan karena tidak puas dengan hasil tender di sana.
Rincian 11 Paket Proyek yang Sempat Dituduhkan ke DA
Sebelumnya, beredar narasi bahwa DA menguasai 11 paket proyek bernilai Rp 27,8 miliar, bahkan diprediksi membengkak hingga Rp 47,8 miliar jika ditambah paket RS Sibar dan Noto Puro (masing-masing bernilai sekitar Rp 10 miliar). Namun, dugaan tersebut dibantah mentah-mentah oleh DA dan dinilai salah alamat.
Berikut adalah daftar 11 paket proyek yang sempat dikaitkan dengan tuduhan tersebut:
1. Peningkatan Jalan Kedungturi – Kedungturi (Ruas Wage – Kedungturi)
◦ Penyedia: CV. JAYA MULIA
◦ Nilai: Rp 6.177.776.412,23
2. Pembangunan Rumah Pompa Afv. Pesawahan Desa Kedensari, Kec. Tanggulangin
◦ Penyedia: CV. CIPTA BUANA
◦ Nilai: Rp 2.201.332.242,00
3. Rehabilitasi Pasar Taman (Konsolidasi)
◦ Penyedia: CV. BJ
◦ Nilai: Rp 1.592.091.792,30
4. Pembangunan Jembatan Bahrul Ulum Desa Candinegoro / Peningkatan Jembatan
◦ Penyedia: CV. ARDHI BILA (Ket: PB)
◦ Nilai: Rp 1.467.172.758,60
5. Rehab Gedung Kantor
◦ Penyedia: PT. DOMAS (Ket: PB)
◦ Nilai: Rp 771.844.719,20
6. Rehabilitasi SDN Boro, Kec. Tanggulangin
◦ Penyedia: CV. CIPTA BUANA
◦ Nilai: Rp 734.314.854,85
7. Rehabilitasi SMPN 3 Porong
◦ Penyedia: CV. VIVA TUNGGAL
◦ Nilai: Rp 599.988.815,62
8. Rehabilitasi SDN Kenongo 2, Kec. Tulangan
◦ Penyedia: CV. CIPTA BUANA
◦ Nilai: Rp 408.632.254,94
9. Pembangunan Jalan dan Jembatan Frontage Road Waru – Buduran (LJT)
◦ Penyedia: CV. JAYA MULIA
◦ Nilai: Rp 2.999.992.412,62
10. Perbaikan Rumah Pompa Sidokare I dan II
◦ Penyedia: CV. PUTRA UTAMA PERKASA (Ket: PB)
◦ Nilai: Rp 2.928.000.000,00
11. Belanja Modal Gedung dan Bangunan BLUD Pembangunan Gedung HD Lt. 2 RSUD Notopuro
◦ Penyedia: PT. DEHAN MAULANA PERKASA (Ket: On the way / Otw)
◦ Nilai: Rp 7.998.564.071,20
12. RS Sibar(Proyeksi/Tambahan)
13. RSUD Notopuro(Proyeksi/Tambahan)
• TOTAL KESELURUHAN: Rp 27.879.710.333,56
• TOTAL KHUSUS: Rp 21.571.505.654,65
• GROUP: Rp 6.308.204.678,91
Dari Sidoarjo, Tim Reporter (budi/agus/H. Dar/Red) melaporkan.
