SIDOARJO – Progres pembangunan SDN Cemengkalang, Kecamatan Sidoarjo, yang dikerjakan PT Indokon Raya dengan nilai kontrak Rp1,098 miliar, terus berjalan. Saat ini pekerjaan dari 4 ruang kelas, satu ruang kelas termasuk pemasangan rangka atap dan genteng berbahan galvalum merek Fumira, telah rampung.
Sementara itu, pekerjaan konstruksi kini memasuki masa jeda setelah pelaksana merampungkan pengecoran dek lantai dua untuk tiga ruang kelas pada Jumat [11/9/2026].
Sehingga pada Sabtu [12/9/2026], tidak terlihat aktivitas pekerja di lokasi karena beton dek masih menunggu proses pengeringan dan pematangan.
Area di bawah dek lantai dua juga masih dipenuhi bekisting atau perancah yang berfungsi sebagai cetakan sekaligus penyangga beton. Kondisi tersebut membuat ruang gerak pekerja menjadi terbatas sehingga pekerjaan lanjutan menunggu beton mencapai kondisi yang memungkinkan untuk dikerjakan kembali.
Progres di SDN Cemengkalang menjadi salah satu pekerjaan yang perlu mendapat perhatian karena PT Indokon Raya merupakan salah satu badan usaha yang disebut menangani sejumlah proyek pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.
Selain menggunakan PT Indokon Raya, Deddy Lazio juga disebut memiliki dua badan usaha lainnya yang memperoleh pekerjaan konstruksi gedung sekolah di Sidoarjo. Nilai keseluruhan pekerjaan yang dikaitkan dengan tiga badan usaha tersebut mencapai lebih dari Rp10 miliar.
Di antaranya, proyek SDN Pagerwojo, Kecamatan Buduran, dimenangkan CV Tunggal Jaya Putra dengan nilai tender Rp935.254.225. Kemudian proyek SDN Sidokerto dimenangkan CV Pelangi dengan nilai tender Rp874.114.570.
Sementara proyek SMP Negeri 3 Waru, Kecamatan Waru, menjadi salah satu pekerjaan dengan nilai terbesar, yakni lebih dari Rp5 miliar.
Besarnya nilai dan jumlah pekerjaan yang ditangani secara bersamaan tentu menuntut kapasitas manajemen, tenaga kerja, material, logistik, serta pengawasan lapangan yang memadai. Hal tersebut penting agar banyaknya paket pekerjaan tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu maupun kualitas bangunan.
Apalagi proyek pembangunan dan rehabilitasi sekolah berkaitan langsung dengan keselamatan serta kenyamanan peserta didik. Karena itu, ukuran keberhasilan pekerjaan tidak hanya dilihat dari progres fisik, tetapi juga kesesuaian material dan volume dengan spesifikasi teknis, mutu struktur bangunan, serta penyelesaian sesuai kontrak.
Masyarakat tentu berharap seluruh proyek pendidikan yang bersumber dari uang negara benar-benar menghasilkan bangunan yang kokoh, aman, fungsional, dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Untuk memastikan hal tersebut, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan ketika muncul persoalan. Dinas Pendidikan, konsultan pengawas, Inspektorat, DPRD, serta masyarakat dapat menjalankan fungsi kontrol secara berkala selama pekerjaan berlangsung.
Papan informasi proyek juga menjadi bagian penting dari transparansi. Informasi mengenai nilai kontrak, sumber anggaran, jangka waktu pekerjaan dan pelaksana harus mudah diketahui masyarakat sehingga publik dapat ikut mengawal pelaksanaan proyek.
Dari sisi teknis, pengawasan terhadap mutu beton, besi, struktur, serta material lainnya perlu dilakukan secara konsisten. Jika terdapat keraguan terhadap kualitas material, pengujian melalui laboratorium independen dapat menjadi langkah untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi.
Sementara dari sisi waktu, progres fisik perlu dibandingkan secara berkala dengan jadwal dalam kontrak. Apabila terjadi keterlambatan atau pekerjaan tidak memenuhi spesifikasi, mekanisme sanksi dan kewajiban perbaikan harus diterapkan sesuai ketentuan kontrak dan peraturan yang berlaku.
Dengan pengawasan berlapis dan keterbukaan informasi, banyaknya proyek yang ditangani satu kelompok usaha tidak menjadi persoalan selama seluruh pekerjaan mampu diselesaikan tepat waktu, sesuai spesifikasi, dan menghasilkan bangunan sekolah yang berkualitas.
Kini, perhatian terhadap proyek SDN Cemengkalang tertuju pada tahapan berikutnya setelah beton dek lantai dua dinyatakan cukup matang untuk melanjutkan pekerjaan. Publik tentu menunggu apakah progres selanjutnya tetap berjalan sesuai jadwal dan standar mutu yang telah ditetapkan dalam kontrak.[Budi/H. Dar/Red]
