SIDOARJO – Setelah sebelumnya disorot terkait penggunaan sirtu yang diayak untuk pasangan pondasi batu dan dinding bata ringan, pelaksana proyek Revitalisasi (Revit) Gedung SDN Rangkah Kidul, Kecamatan Sidoarjo, kini mengganti material pasir dengan bahan yang terlihat lebih berkualitas.
Pantauan di lokasi, Kamis (10/9/2026), pembangunan dua ruang belajar mengajar baru dan rehabilitasi dua ruang kelas tersebut masih terus berjalan. Sejumlah material yang didatangkan ke lokasi, seperti bata ringan, batu pondasi, pasir, sirtu untuk urugan, dan batu koral, terlihat cukup baik.
Namun, terdapat hal yang menjadi perhatian. Dua unit mesin molen pengaduk luluh terlihat telah disiapkan di lokasi proyek, tetapi berdasarkan pantauan, mesin tersebut tidak digunakan untuk mengaduk material luluh saat pekerjaan berlangsung.
Untuk pekerjaan struktur, terutama pembuatan besi kolom dan begel, material yang digunakan berupa besi ulir dan disebut telah menyesuaikan spesifikasi pekerjaan. Sementara itu, semen yang digunakan pelaksana masih merek Merdeka.
Dari sisi harga, semen Merdeka ukuran 50 kilogram di pasaran berkisar Rp50.000 hingga Rp57.000 per sak. Sedangkan semen Gresik dengan ukuran yang sama berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp66.000 per sak. Perbedaan harga tersebut menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian dalam penggunaan material proyek. Papan informasi proyek sebelumnya tidak terpasang, pasca diberitakan kini sudah dipasang disebelah timur gedung rehab 2 ruang kelas.
Pergantian Kepala Sekolah
Selain persoalan material, proyek Revit SDN Rangkah Kidul juga diwarnai pergantian kepala sekolah. Saat proyek dengan nilai bantuan hampir Rp1 miliar tersebut berjalan, jabatan Kepala SDN Rangkah Kidul sebelumnya dipegang Bu Sri. Kini jabatan tersebut telah berganti dan ditempati Bu Eka.
Pergantian tersebut disebut berdampak pada informasi internal mengenai pelaksanaan proyek. Saat ditemui tim media di ruang guru bagian utara sebelah barat, salah seorang guru yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan belum ada serah terima informasi proyek Revit antara kepala sekolah sebelumnya dengan pejabat yang baru.
“Bergantinya Kepala SDN Rangkah Kidul dari Bu Sri ke Bu Eka belum ada serah terima tentang informasi proyek Revit. Malah dikunci oleh pengawasnya, saya juga tidak boleh membuka siapa pengawasnya,” ujar guru tersebut.
Pernyataan tersebut tentu masih membutuhkan klarifikasi dari pihak terkait, terutama kepala sekolah, pengawas proyek, maupun Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), untuk memastikan mekanisme pengelolaan dan penyampaian informasi proyek setelah pergantian kepala sekolah.
Pekerja dari Luar Sidoarjo
Di sisi lain, tenaga kerja yang mengerjakan proyek tersebut diketahui berasal dari sejumlah daerah di luar Sidoarjo. Salah seorang pekerja menyebut terdapat pekerja dari Mojokerto dan Bojonegoro.
“Pelaksananya juga dari Bojonegoro,” ujar pekerja tersebut.
Proyek Revit SDN Rangkah Kidul merupakan program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang bersumber dari APBN.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut memiliki nilai bantuan sebesar Rp999.787.947, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender. Pelaksana pembangunan adalah Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SD Negeri Rangkah Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Dengan nilai anggaran hampir Rp1 miliar, kualitas material, metode pengerjaan, kesesuaian spesifikasi, hingga transparansi pelaksanaan menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian. Terlebih, proyek tersebut menggunakan dana APBN yang diperuntukkan bagi peningkatan kualitas sarana pendidikan.
Karena itu, seluruh pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penggunaan material, metode pekerjaan, pengawasan, serta mekanisme serah terima informasi proyek menyusul pergantian kepala sekolah.[Budi/H. Dar/Red]
