SIDOARJO – Pelaksana proyek Revitalisasi SDN Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, menggelar doa bersama dan tasyakuran dengan nasi tumpeng menjelang pemasangan kuda-kuda atap galvalum, Jumat (11/9/2026).
Tasyakuran tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar agar seluruh proses revitalisasi gedung sekolah berjalan lancar hingga selesai. Selain itu, doa bersama diharapkan dapat menjadi keselamatan bagi seluruh pekerja serta mendukung penyelesaian proyek tepat waktu dengan hasil yang bermutu.
Sekitar pukul 10.45 WIB, para pekerja berkumpul mengelilingi satu tampah tumpeng yang dilengkapi tiga ekor ayam panggang. Doa bersama dipanjatkan sebelum tumpeng kemudian disantap secara bersama-sama.
Suasana sederhana tersebut berlangsung penuh keakraban. Para pekerja terlihat menikmati momen makan bersama yang sekaligus mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan proyek.
Pelaksana proyek, H. SML, mengatakan tradisi doa bersama dan tasyakuran tersebut bukan kali pertama dilakukan. Menurutnya, selamatan digelar sejak awal pekerjaan dan kembali dilakukan ketika memasuki tahapan penting, salah satunya pemasangan kuda-kuda atap.
“Hal ini rutin saya lakukan supaya berimbang antara doa dan bekerja,” ujar H. SML.
Ia menjelaskan, pengerjaan revitalisasi SDN Ngaresrejo memiliki tantangan tersendiri karena kondisi lahan sekolah yang relatif sempit. Untuk menyiasatinya, pekerjaan atap bangunan sisi timur dan utara didahulukan.
“Setelah atap selesai, para pekerja menyelesaikan bangunan di bawahnya dengan mudah dan terlindungi atap,” jelasnya.
Strategi tersebut juga berkaitan dengan penataan ruangan sekolah. Setelah atap terpasang, perabotan dari ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah) di sisi barat akan dipindahkan ke bagian timur. Dengan demikian, ruang UKS, perpustakaan, serta kamar mandi dan toilet dapat dilakukan rehabilitasi.
Sementara itu, pekerjaan pada ruang kelas terus berjalan. Kerangka beton bangunan untuk menopang atap telah lengkap. Sejumlah pilar beton juga telah berdiri kokoh dengan hasil pengerjaan yang tampak rapi dan halus.
Aktivitas pekerjaan di lokasi juga terus berlangsung. Mesin molen sebagai alat pengaduk luluh telah disiapkan dan digunakan. Material bangunan pun terlihat tersedia di lokasi, mulai dari besi berukuran besar sesuai spesifikasi, batu bata merah, pasir, koral, hingga galvalum merek Kencana dan semen Dynamix.
Dengan tahapan pekerjaan yang terus berjalan, pelaksana berharap revitalisasi SDN Ngaresrejo dapat diselesaikan sesuai target, sekaligus menghasilkan bangunan sekolah yang kuat, aman, dan berkualitas bagi kegiatan belajar mengajar.[Budi/H. Dar/Red]
