SIDOARJO – Upaya penanganan banjir dan perbaikan infrastruktur pengairan di wilayah Kecamatan Sukodono terus berjalan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo merealisasikan proyek normalisasi dan pembangunan dinding penahan tanah (plesengan) di aliran Sungai Mangetan Kanal, yang membentang dari Dusun Dungus hingga Desa Kloposepuluh.
Proyek infrastruktur ini mencatatkan efisiensi anggaran yang signifikan. Dari Pagu Anggaran sebesar Rp 1,78 miliar dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 1,779 miliar, nilai kontrak yang disepakati dengan pelaksana proyek, CV Sejahtera Abadi, mencapai Rp 1.423.912.856. Kondisi ini menghasilkan efisiensi anggaran daerah sebesar Rp 356,08 juta.
Pekerjaan fisik difokuskan pada dua titik utama sepanjang aliran 1 kilometer (km), yang ditandai melalui koordinat Stationing (STA)—sistem penanda jarak dari titik awal proyek untuk mempermudah pengukuran teknis di lapangan.
Progres Teknis Pengerjaan
• STA 00 (Titik Awal): Pemasangan pondasi plesengan sepanjang 50 meter telah rampung. Konstruksi mengaplikasikan tiang pancang minipile sepanjang 4 meter dengan jarak antar-pancang ideal 3 meter. Penggalian pondasi memanfaatkan ekskavator dengan kedalaman teknis 60 hingga 80 cm.
• STA 1.000 (Jarak 1 km): Penanganan plesengan titik kedua disiapkan berjarak 1.000 meter dari titik awal untuk memperkuat tanggul sungai.
Pengerukan Sedimen Terus Berjalan
Pengerukan sedimen sungai diawali pekan lalu menggunakan dua unit ekskavator yang menyisir area Dusun Dungus hingga ke arah timur Desa Kloposepuluh. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (18/8/2026) sore, pengerukan berfokus di sisi timur kawasan Rujak Dungus dengan mengoperasikan satu unit alat berat.
Pihak pengawas lapangan memastikan mobilitas alat berat akan ditingkatkan untuk menjaga ritme pengerjaan.
”Besok kami datangkan lagi satu unit ekskavator untuk mempercepat pengerukan,” ujar tiga perwakilan mandor proyek dari CV Sejahtera Abadi saat ditemui di lokasi pengerjaan.
Untuk pembuangan sedimen menggunakan dump truk sekitar 4 unit berkapasitas 6 m3 dibuang ke area TKD Dungus.
Proyek ini diharapkan mampu mengembalikan kapasitas tampung air Sungai Mangetan Kanal secara optimal, sekaligus mencegah potensi luapan air saat intensitas hujan meningkat di wilayah Sukodono dan sekitarnya.[Budi/H. Dar/Red]
