SIDOARJO – Usai resmi memenangkan tender, CV Jati Jaya langsung bergerak cepat menggarap proyek Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Proyek bernilai kontrak Rp2,09 miliar (tepatnya Rp2.096.641.141,58) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo ini digadang-gadang menjadi angin segar bagi penguatan industri tembakau lokal.
Pantauan di lokasi proyek pada sore hari memperlihatkan aktivitas para pekerja yang tengah fokus menggarap struktur pondasi. Tak main-main, pondasi stros cor yang dipasang memiliki kedalaman hingga 6 meter dengan skema dobel stros untuk memastikan ketahanan bangunan.
Sejak tahap verifikasi kelengkapan oleh tim Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Sidoarjo, pihak kontraktor mengklaim telah menyiapkan seluruh material utama. Besi rangka baja ukuran WF 300 mm, material pasir, koral, Semen Gresik, hingga alat pemutar adonan (molen) sudah bersiap di area proyek.
”Struktur baja kerangka bangunan besi WF 300 sudah kami siapkan seluruhnya,” tegas perwakilan pelaksana dari CV Jati Jaya.
Pantuan tim media rangka stros menggunakan besi 12 A dan Ring Begel menggunakan besi 10 A.
Minim Sinergi dengan Pemerintah Desa
Meski pengerjaan fisik berjalan cepat, proyek strategis daerah ini menyisakan catatan teknis di lapangan. Pihak kontraktor ditengarai belum melakukan koordinasi formal dengan Pemerintah Desa Candi Pari selaku pemangku wilayah.
Di area lokasi pengerjaan, tampak dua rekan yang bersiaga menjaga keamanan area proyek. Untuk memfasilitasi komunikasi antara pelaksana kontraktor dengan pimpinan desa setempat. Sinergi antara pelaksana proyek Pemkab Sidoarjo dan warga lokal dinilai krusial agar pembangunan berjalan kondusif.
Dorong Daya Saing IKM Tembakau
Pembangunan SIHT Sidoarjo ini dirancang sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk menyediakan kawasan industri tembakau yang terpusat, tertata, dan sesuai tata ruang. Cakupan pekerjaannya meliputi pembangunan baru serta rehabilitasi gedung produksi beserta sarana pendukungnya.
Melalui fasilitas penunjang yang memadai, proyek ini diharapkan mampu mendongkrak efisiensi, produktivitas, dan daya saing para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) hasil tembakau di Sidoarjo.
Tahapan pengerjaan sendiri mencakup persiapan, olah tanah, pekerjaan struktur, arsitektur, hingga instalasi Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP). Keseluruhan proses ditargetkan memenuhi standar mutu, fungsi, dan keselamatan kerja demi mewujudkan kawasan industri yang tertib serta aman. [Budi/Agus/H. Dar/Red]
