SIDOARJO — Kondisi memprihatinkan dialami oleh dua keluarga prasejahtera di Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sudah lebih dari sepuluh tahun, mereka bertahan hidup di rumah tidak layak huni tanpa sentuhan bantuan pemerintah daerah.
Nenek Watijah (RT 10/RW 02), misalnya, menempati rumah berukuran 4×6 meter bersama anak dan cucunya. Seluruh dinding dan atap rumahnya terbuat dari seng bekas, membuat suhu di dalam ruangan terasa sangat panas saat terik matahari. Untuk bertahan hidup, Watijah bekerja sebagai pemulung, sementara anaknya berprofesi sebagai kuli bangunan.
Keterbatasan ekonomi membuat mereka tak pernah mampu merenovasi rumah tersebut sejak dibeli usai rumah lama mereka terpaksa dijual. Watijah mengaku tidak tahu cara mengajukan bantuan bedah rumah dan berharap Pemkab Sidoarjo sudi turun tangan.
”Kami tidak mengerti bagaimana cara mengajukan bantuan ke pemerintah. Kami sangat berharap Pemkab Sidoarjo memperhatikan dan memberikan bantuan bedah rumah,” ujar Watijah.
Kondisi serupa dialami Atim (RT 12/RW 02), warga desa setempat yang tinggal di bangunan semipermanen berukuran 3×4 meter sejak 2011. Ruang tamu dan dapurnya hanya berdindingkan tiang penyangga beratapkan asbes tanpa dinding pelindung.
Tabungan dan material bangunan yang semula disiapkan Atim habis ludes akibat sakit berkepanjangan yang dideritanya selama 15 tahun terakhir. Kini, ia hanya mengandalkan hasil menanam ubi di sepadan sungai untuk menyambung hidup. Meski sudah dua kali mengajukan permohonan lewat perangkat desa, hingga kini belum ada kejelasan.
”Karena sakit, saya tidak bisa bekerja seperti dulu. Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan membantu rehab rumah ini,” ungkap Atim.
Krisis Perangkat Desa Hambat Layanan
Lambatnya penanganan terhadap warga miskin di Desa Kalimati disinyalir kuat bersumber dari lumpuhnya fungsi pelayanan di tingkat desa. Dari total 13 formasi perangkat desa yang seharusnya ada—termasuk 6 posisi Kepala Dusun (Kasun)—kini hanya menyisakan 4 orang yang aktif.
Dua perangkat lainnya sudah lama nonaktif karena terserang stroke. Ironisnya, kekosongan jabatan Kasun di wilayah tempat tinggal Watijah dan Atim bahkan telah berlangsung hingga sepuluh tahun. Kondisi krisis aparatur ini membuat pendataan warga miskin dan penyaluran bantuan sosial di Desa Kalimati menjadi tidak efektif.(H Dar/Red)
