SIDOARJO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sidoarjo mengajak media, pemerintah, pemuda, dan pelaku pariwisata berkolaborasi mengembangkan potensi wisata lokal. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar destinasi di Kota Delta semakin dikenal dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Dialog Publik bertema “Dari Literasi ke Destinasi: Pemuda dan Media Mengangkat Potensi Pariwisata Daerah” di Gedung Youth Center Disporapar Sidoarjo, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo.
Ketua PWI Sidoarjo, Mustain, mengatakan dialog tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak sekaligus menggali potensi wisata yang belum banyak dikenal masyarakat.
“Media, pelaku wisata, dan pemuda bisa bersinergi untuk mendukung dan memajukan potensi pariwisata di Sidoarjo,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono, menilai potensi wisata alam, religi, sejarah, dan kuliner perlu lebih dikenalkan kepada masyarakat. Ia mendorong pemerintah memprioritaskan pengembangan destinasi tertentu dengan dukungan infrastruktur, fasilitas, dan UMKM lokal.
Sementara itu, Kepala Disporapar Sidoarjo, Rudi Setiawan, menyoroti keterbatasan operator wisata dan minimnya promosi. Menurutnya, pengembangan destinasi tidak cukup hanya mengandalkan akses dan fasilitas, tetapi juga membutuhkan pengelola, pemandu, serta koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Dari sisi ekonomi kreatif, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Sidoarjo sekaligus pendiri Tilik Mburi, Radhitya Dhito, menekankan pentingnya cerita sejarah dan budaya sebagai daya tarik wisata. Ia mendorong pemuda terlibat sebagai pemandu, pembuat konten, dan penghubung wisatawan dengan masyarakat setempat.
Adapun jurnalis senior Metro TV sekaligus Bendahara Umum PWI Sidoarjo, Heri Susetyo, menyoroti pentingnya literasi digital. Informasi mengenai lokasi, jam operasional, foto, sejarah, dan ulasan pengunjung perlu tersedia secara akurat agar wisatawan mudah menemukan dan menentukan destinasi.
Sejumlah contoh, seperti Kampung Edukasi Sampah di Sekardangan dan Kampung Lali Gadget di Wonoayu, menunjukkan bahwa pengelolaan program dan informasi yang jelas dapat mendukung pengembangan wisata berbasis edukasi.
Melalui dialog ini, PWI Sidoarjo berharap gagasan yang muncul berlanjut menjadi aksi nyata. Kolaborasi media, pemerintah, pemuda, dan pelaku wisata diharapkan mampu memperluas promosi destinasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.(H.Dar/Red)
