SIDOARJO – Proyek pembangunan Jembatan Bahrul Ulum di Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, menjadi sorotan setelah progres pekerjaan tertinggal jauh dari target. Hingga inspeksi mendadak (sidak) Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P., Senin (21/9/2026), realisasi pekerjaan baru mencapai sekitar 17,63 persen dari target 45,78 persen.
Kondisi tersebut membuat proyek mengalami deviasi keterlambatan sekitar 28,15 persen. Proyek dengan nilai kontrak Rp1.468.999.656 itu dikerjakan CV Ardhi Bila, dengan masa pelaksanaan berdasarkan SPK mulai 29 Juli hingga 20 November 2026. Sementara konsultan pengawas proyek adalah CV Duta Artha Gemilang.
Wabup Mimik menilai keterlambatan tersebut harus segera ditangani, terlebih pekerjaan jembatan ditargetkan rampung sebelum memasuki musim hujan.
“Saya sidak langsung, ternyata deviasi keterlambatannya 28 persen. Padahal ini sudah mau musim hujan. November atau Desember ini sudah harus selesai. Fakta di lapangan kondisinya masih seperti ini. Sangat mengkhawatirkan,” tegas Mimik.
Menurutnya, kontraktor tidak bisa hanya mengandalkan jumlah tenaga kerja yang ada saat ini. Ketika sidak berlangsung, pekerja yang berada di lokasi disebut hanya sekitar 10 orang.
Mimik meminta kontraktor segera melakukan percepatan pekerjaan, termasuk menambah tenaga kerja dan menerapkan lembur agar target penyelesaian tidak kembali meleset.
“Kontraktor harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Tak hanya menyoroti progres pekerjaan, Mimik juga menemukan persoalan terkait material konstruksi. Salah satunya material besi pada bagian pancang yang disebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dalam perencanaan.
Ia meminta material tersebut segera diganti dan seluruh pekerjaan dikembalikan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Tadi ada temuan besi yang tidak sesuai spek. Harus diganti. Speknya seperti apa di perencanaannya, harus disesuaikan,” jelasnya.
Dengan masa kontrak yang masih berjalan, percepatan pekerjaan menjadi tuntutan utama agar pembangunan Jembatan Bahrul Ulum tidak semakin tertinggal. Selain mengejar waktu penyelesaian, kesesuaian material dan spesifikasi teknis juga menjadi bagian penting yang harus dipastikan selama pelaksanaan proyek. Proyek Peningkatan Jembatan Candi Negoro Kecamatan Wonoayu ini diduga dikerjakan oleh Kontraktor berinisial DA. Sumber dari peserta tender, mengatakan DA pinjam bendera dari Luar Sidoarjo. “Informasi waktu tender kontraktornya yang menang adalah DA,”tegas kontraktor Sidoarjo yang ikut tender.[H.Dar/Red]
