SIDOARJO — Bagi masyarakat petani tambak di Kalanganyar, Kecamatan Sedati, datangnya musim hujan selalu diiringi bayang-bayang kecemasan yang berulang setiap tahun. Kombinasi curah hujan tinggi dan fenomena pasang air laut (rob) kerap menjadi ancaman nyata yang siap menenggelamkan ribuan hektar tambak di kawasan tersebut.
Guna mengantisipasi dampak buruk yang berulang, perwakilan warga dan tokoh masyarakat Kalanganyar mendatangi Kantor Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Sidoarjo pada program Hari Fraksi, Jumat (6/11/2026).
Tokoh masyarakat Kalanganyar, H. Zulfikar, mengungkapkan bahwa luapan air laut dan tingginya debit air hujan sering kali merusak tanggul tambak warga. Kondisi ini memperparah risiko banjir yang meluas ke area budidaya.
”Kalau sudah musim hujan, rob atau kiriman air laut pasti merusak tanggul tambak kami. Karena itu, kami meminta bantuan Fraksi PKB untuk mendorong pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai di wilayah Kalanganyar,” ujar Zulfikar saat menyampaikan aspirasinya.
Ia menambahkan, tanggul yang jebol akibat luapan air memicu lepasnya komoditas hasil tambak milik nelayan dan petani setempat. Dampaknya tidak hanya terasa pada hilangnya stok ikan, tetapi juga pada lumpuhnya mata pencaharian warga.
”Akibat tambak tersapu rob, hasil panen ikan kami rusak dan otomatis penghasilan keluarga ikut hilang,” tuturnya.
Aspirasi warga tersebut diterima langsung oleh Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo, H. Achmad Muzayyin, S.Sos.I., didampingi sejumlah anggota fraksi lainnya, seperti H. Usman, M.Kes., H. Syaifuddin, S.Ag serta H. Atok Asy’ari, SH.
H. Muzayyin menegaskan komitmennya untuk mengawal pengaduan masyarakat Kalanganyar agar segera mendapatkan penanganan konkret dari pemerintah daerah, baik melalui normalisasi sungai maupun peninggian dan perbaikan tanggul.
”Aspirasi ini akan segera kami teruskan dan koordinasikan dengan dinas terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air serta Dinas Perikanan. Keluhan warga Kalanganyar ini sangat mendesak karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir,” pungkas Muzayyin.(H. Dar/Red))
