Ekonomi Tak Baik-Baik Saja: Resep PT Tjiwi Kimia Bertahan di Pasar Global lewat Efisiensi dan Inovasi
SIDOARJO — Momentum kemerdekaan ke-81 RI tidak hanya menjadi ajang perayaan seremonial bagi PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, tetapi juga wadah refleksi tajam terhadap kondisi industri nasional dan global saat ini.
Kepala HRD PT Tjiwi Kimia Tbk, Landreas Lie secara blak-blakan mengungkapkan bahwa dunia manufaktur saat ini sedang berhadapan dengan tekanan ekonomi yang cukup berat, terutama dari sektor pemasaran dan kompetisi harga.
”Kita merasakan bahwa ekonomi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dunia industri harus banyak berbenah dan berinovasi. Tantangan terbesar kami ada di area pemasaran, di mana permintaan pasar tidak semelimpah tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Landreas Lie.
Menjawab tantangan tersebut, Public Affair and License Manager PT Tjiwi Kimia Tbk, Beny Haryawan, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, menyampaikan amanat penting terkait langkah strategis perusahaan agar tetap berdaya saing di panggung dunia.
Dalam pidatonya, Beny menekankan pentingnya penguatan internal melalui efisiensi ketat di segala lini. Perusahaan mendorong seluruh divisi untuk aktif menjalankan program Small Group Activity (SGA), Suggestion System (SDA), dan Just Do It (JDI).
”Kejayaan dan keberlangsungan pabrik ini harus kita jaga sampai anak cucu kita kelak. Kita harus meningkatkan produktivitas, menurunkan waste, menghemat bahan baku, serta mengontrol penggunaan energi,” tegas Beny dalam amanatnya.
Selain efisiensi operasional, disiplin kerja dan keselamatan juga diperketat melalui program Blusukan Jumat Pagi, patroli gabungan Safety-Security, verifikasi lapangan tim P2K3 dan SSR, serta pembiasaan budaya 6S di lingkungan kerja. Langkah-langkah ini dipandang sebagai bentuk nyata karyawan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.
Tak sekadar mempertahankan produksi, bagaimana PT Tjiwi Kimia menyiapkan generasi penerus untuk menjaga regenerasi teknologi? Baca beritanya di Bagian 3.[H.Dar/Red]
