SIDOARJO — Di balik aksi pembagian BBM gratis di Jalan Pahlawan, Sidoarjo, terselip pemandangan menyentuh hati tepat saat detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI bergema.
Puluhan anggota Pemuda Pancasila mendadak menghentikan seluruh aktivitasnya. Di tepi jalan, mereka berdiri tegap dengan sikap sempurna, mengheningkan cipta, dan memberikan penghormatan penuh khidmat saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang.
”Darah para pahlawan itu mengalir kepada kita. Penghormatan ini adalah bentuk apresiasi atas jasa mereka, dan tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan itu melalui aksi-aksi sosial yang berdampak nyata,” tegas Ketua MPC Pemuda Pancasila Sidoarjo, H. Mursidi, ST.
Mursidi menegaskan bahwa semangat kepedulian ini tidak akan berhenti pada aksi pembagian BBM. Pada pekan berikutnya, organisasi yang dipimpinnya berencana menggelar program jualan beras murah dengan konsep sosial yang unik.
”Beras murah ini konsepnya jual untung. Yang menjual untung, yang membeli juga untung. Kami tidak sedang berbisnis seperti pada umumnya, melainkan ‘berbisnis dengan Allah’—karena bisnis dengan Allah pasti jauh lebih baik,” jelas Mursidi.
Melalui rangkaian aksi spontan ini, Pemuda Pancasila Sidoarjo ingin membuktikan bahwa makna kemerdekaan tidak sekadar berhenti pada seremoni atau upacara bendera, melainkan diwujudkan melalui kepedulian dan kebaikan nyata bagi sesama.[habis/H.Dar/Red]
