SIDOARJO – Suasana Gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 38 mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyambangi markas para wakil rakyat tersebut untuk menggali ilmu dan memahami lebih dalam dunia legislatif.
Kedatangan rombongan mahasiswa ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan anggota dewan. Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, S.M, turun langsung menyapa para mahasiswa, didampingi oleh H. Usman, M.Kes (Anggota Komisi D dari Fraksi PKB) serta H. Afdal Muhammad Ihsan (Anggota Komisi B dari Fraksi PKS).
Ketua Pelaksana Kunjungan Kerja DPM Unesa, Nia Amelia Putri, mengungkapkan bahwa agenda ini merupakan bagian dari program kerja strategis Badan Legislatif Mahasiswa Unesa untuk memperluas wawasan politik dan tata kelola pemerintahan secara praktis.
Diskusi Hangat dan Kritis di Ruang Komisi
Bertempat di ruang pertemuan komisi, ruang diskusi seketika hidup dengan beragam pertanyaan kritis dari para mahasiswa. Mereka tampak antusias mengupas tuntas dapur legislatif, mulai dari proses pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), fungsi fraksi, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) tiap komisi, hingga mekanisme detail penyusunan Peraturan Daerah (Perda).
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih memaparkan bagaimana dinamika fraksi dalam mengambil keputusan serta pembentukan struktur dewan.
”Struktur DPRD, baik komisi-komisi maupun badan-badan, dibentuk pada awal periode pasca-Pileg. Pembentukannya berjalan beriringan dengan pemilihan pimpinan dewan yang diisi oleh partai pemenang pemilu,” terang Nasih di hadapan para mahasiswa.
Penempatan Komisi Sesuai Keahlian
Sementara itu, H. Usman atau yang akrab disapa Abah Usman, turut membagikan pemahaman mengenai latar belakang disiplin ilmu para anggota dewan yang sangat beragam. Menurutnya, fraksi memiliki pertimbangan matang dalam menempatkan anggotanya di tiap-tiap komisi.
”Penempatan anggota dewan di komisi disesuaikan dengan keahlian masing-masing. Jika ahli hukum, akan ditempatkan di Komisi A. Ahli ekonomi di Komisi B, Komisi C untuk yang memahami teknis pembangunan, dan Komisi D mencakup bidang pendidikan serta kesehatan. Jadi, setiap anggota dewan bekerja sesuai kapasitas dan kompetensinya,” jelas Abah Usman.
Setelah sesi diskusi intensif selama kurang lebih 30 menit, kegiatan Kunjungan Kerja ini diakhiri dengan penyerahan cenderamata sebagai bentuk apresiasi, lalu dilanjutkan dengan sesi tour mengelilingi kawasan Gedung DPRD Sidoarjo.[H.Dar/Red]
