SIDOARJO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.T. Notopuro Sidoarjo kembali menggulirkan proyek infrastruktur strategis guna meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat. Kali ini, megaproyek bertajuk “Peningkatan Gedung Mawar Merah Putih” resmi berjalan dengan menggandeng PT Maman Putra Brayan sebagai pemenang tender pelaksana konstruksi dan PT Karya Nugraha Nusantara selaku konsultan pengawas.
Berdasarkan papan informasi di lokasi proyek, Surat Perintah Kerja (SPK) dengan Nomor: 000.3/IX.24.438.5.2.1.1/2026 diterbitkan pada 1 September 2026. Proyek bernilai fantastis ini menelan anggaran sebesar Rp8.636.734.400,00, yang merupakan hasil penawaran terkoreksi turun sekitar 14 persen dari nilai pagu awal yang mendekati angka Rp10 miliar.
Di balik dimulainya pekerjaan fisik di lapangan, proses administratif proyek ini sempat menemui dinamika. Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) sebelumnya dijadwalkan terbit pada rentang 4 hingga 10 Agustus 2026 pasca-pengumuman pemenang tender. Sesuai ketentuan, penerbitan SPK idealnya dilakukan dalam kurun waktu 14 hari kerja setelah penunjukan.
Namun, jika dihitung sejak tanggal 10 Agustus 2026, penerbitan SPK baru terealisasikan pada 1 September 2026. Dengan memperhitungkan jumlah hari dalam bulan Agustus (31 hari), terdapat selisih kemunduran sekitar 4 hari, sehingga total waktu yang diperlukan mencapai 18 hari kerja.
Keterlambatan administratif ini memunculkan secercah tanya mengenai kedisiplinan jadwal pengerjaan. Publik dan para pemangku kepentingan tentu berharap tenggat waktu selama 18 hari kerja tersebut tidak menjadi preseden buruk yang dapat memicu keterlambatan pada tahapan konstruksi fisik selanjutnya, mengingat besarnya nilai investasi anggaran yang dipertaruhkan.
Kondisi Lapangan dan Progres Awal
Pantauan di lokasi proyek menunjukkan bahwa tahapan pengerjaan fisik sudah mulai bergerak. Para pekerja di lapangan terpantau tengah fokus menurunkan struktur atap, yang meliputi pembongkaran kerangka usuk dan reng berbahan besi. Sementara itu, di sisi timur bangunan, unit pendingin udara (blower AC) tampak masih terpasang dan belum diturunkan.
Pihak pelaksana proyek juga terlihat tengah mendirikan bedeng atau kantor sementara di lokasi, yang fasilitas dan peralatannya masih tampak minim serta berukuran relatif kecil. Tepat di area sekitar bedeng, terpasang sejumlah papan informasi penting, termasuk papan pengumuman resmi nomor SPK serta rambu larangan mengambil foto dan video di area proyek.
Menariknya, papan informasi proyek yang terpasang hanya mencantumkan tanggal dimulainya SPK pada 1 September 2026, namun belum memuat informasi transparan mengenai batas akhir masa kontrak pengerjaan.
Tanggapan Manajemen RSUD dan Pihak Terkait
Menanggapi adanya selisih waktu 4 hari kerja dalam penerbitan SPK, pihak manajemen RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo memberikan respons. Plt. Direktur RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo saat ini dijabat oleh dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati, M.Kes.
Di sisi lain, upaya konfirmasi yang dilayangkan kepada pihak kontraktor pelaksana, yakni perwakilan PT Maman Putra Brayan atas nama Dzaky dan Qulyubi melalui pesan singkat WhatsApp, hingga kini belum memberikan respons. Situasi di sekitar bedeng proyek juga sempat bertemu seorang pria tak dikenal tampak memantau awak media yang datang, sebelum akhirnya berlalu sambil melakukan koordinasi melalui sambungan seluler.
Dengan dimulainya proyek Peningkatan Gedung Mawar Merah Putih ini, seluruh elemen masyarakat dan pengawas independen tentu menaruh harapan besar agar pelaksanaan fisik berjalan tepat mutu, tepat waktu, serta mengedepankan transparansi publik demi optimalisasi fasilitas kesehatan di Kabupaten Sidoarjo.informasi yang dihimpun bendera PT Maman Putra Bayan adalah bendera beralamat Jakarta yang merupakan kontraktor grup Jogyakarta ada rekan kerjanya yang membawanya orang Sidoarjo.[Budi/H. Dar/Red]
