SIDOARJO – Menanggapi hasil survei ARCI tersebut, DPC Partai Gerindra Sidoarjo mengeluarkan naskah pernyataan pers resmi yang membedah situasi secara komprehensif melalui tujuh poin utama. Gerindra tidak hanya menyoroti angka penurunan kepuasan, tetapi juga mengajak publik dan lembaga survei untuk melihat aspek metodologi secara lebih transparan.
Dalam catatannya, Gerindra menemukan adanya celah kecil pada detail komposisi kepuasan yang dipublikasikan—di mana kategori Sangat Puas (8,3%), Puas (35,2%), dan Cukup Puas (25,9%) jika dijumlahkan menghasilkan angka 69,4 persen, sementara angka agregat yang dirilis berada di angka 70,6 persen. Partai pengusung ini menegaskan bahwa mereka tidak buru-buru menuduh adanya kesalahan riset, melainkan mendorong adanya klarifikasi terbuka agar publik mendapatkan informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Selain soal angka, Gerindra menyoroti sejumlah keluhan masyarakat yang muncul ke permukaan, khususnya terkait sektor ketenagakerjaan atau pengangguran, mutu pendidikan, hingga efektivitas koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pihak partai menilai bahwa persepsi publik harus diuji secara objektif dengan capaian riil di lapangan.
”Setelah lebih dari satu tahun pemerintahan berjalan, masyarakat tidak lagi hanya menunggu janji dan rencana. Masyarakat mulai menilai hasil, manfaat, dan perubahan yang benar-benar mereka rasakan,” tegas perwakilan DPC Gerindra Sidoarjo dalam rilis resminya.
Pemerintahan Subandi-Mimik didorong untuk segera melakukan akselerasi dan evaluasi program secara menyeluruh—bukan sekadar evaluasi administratif di atas kertas. Program yang lambat harus dikebut, target yang meleset harus diperbaiki, dan kebijakan yang tidak berdampak langsung bagi kesejahteraan warga Sidoarjo harus segera dievaluasi ulang.[H. Dar/Red]
