SIDOARJO — Proyek revitalisasi fasilitas pendidikan tahap kedua di Kabupaten Sidoarjo kembali bergulir. Menyusul SDN Ngaresrejo yang sebelumnya mendapat alokasi anggaran Rp1,8 miliar, giliran SDN Pekarungan di Kecamatan Sukodono yang menerima suntikan dana dari Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan sebesar Rp1.967.971.671.
Proyek perbaikan fisik sekolah ini terpantau telah berjalan selama sekitar dua pekan. Berdasarkan pantauan di lapangan, pembongkaran bangunan lama terutama bagian atap telah rampung, menyisakan tumpukan material kayu bekas dan genteng yang sebagian besar masih tampak layak pakai.
Dalam pelaksanaannya, pihak Kepala Sekolah SDN Pekarungan menggandeng Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) untuk mengelola tenaga kerja dan pengadaan material. Sejumlah bahan bangunan utama seperti pasir telah didatangkan, sementara pengerjaan struktur rangka atap langsung menggunakan material baja ringan galvalum merek Kencana.
Para pekerja yang diterjunkan di proyek ini diketahui berasal dari luar daerah. “Saya dari Pasuruan,” ujar salah satu pekerja saat ditemui di lokasi proyek.
Di tengah proses pengerjaan, aktivitas di lingkungan sekolah sempat diwarnai kedatangan sebuah mobil Toyota Fortuner putih berstiker pengembang perumahan yang keluar dari area SDN Pekarungan. Ketika dikonfirmasi mengenai sosok pengendara tersebut, para pekerja mengaku pria tersebut bukan bagian dari pelaksana proyek. “Bukan, dia tadi ngecek kayu-kayu bekas. Mungkin mau dibeli,” kata seorang pekerja yang turut mengawal keluarnya kendaraan tersebut.
Sementara itu, transparansi pelaksanaan proyek ini sempat menemui kendala dari pihak internal sekolah. Saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp, Kepala Sekolah SDN Pekarungan tidak menunjukkan sikap kooperatif dan cenderung tertutup terkait pengelolaan proyek revitalisasi bernilai miliaran rupiah tersebut.[Budi/H. Dar/Red]
