SIDOARJO – Upaya penanggulangan banjir di kawasan Sidoarjo, khususnya di depan Mal Lippo, kini menunjukkan progres signifikan. Perbaikan sistem Rumah Pompa Lippo yang digarap oleh CV Alaric Karya dengan nilai kontrak Rp2,399 miliar saat ini tengah dikebut di lapangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi proyek buzem milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo tersebut, alat berat berupa ekskavator PC 200 dikerahkan secara intensif untuk mempercepat tahap pembuatan lubang bozem atau kolam retensi. Kehadiran bozem ini nantinya difungsikan sebagai penampung air hujan sebelum dialirkan, sehingga genangan air yang kerap dikeluhkan warga dan pengendara di depan mal dapat segera teratasi.
Selain pengerukan tanah, material pendukung konstruksi juga sudah mulai berdatangan di area proyek. Mulai dari pasokan besi ulir dengan spesifikasi diameter 16 mm dan 16 mm, hingga bilah bambu yang disiapkan untuk pemasangan trucukan penguat struktur tanah.
Kelancaran proyek ini turut dikawal ketat oleh konsultan pengawas dari CV Pandu Adhigraha yang siaga di lokasi. Sementara itu, pihak pelaksana lapangan yang dipimpin oleh para mandor—Gandu/Desra, Unyil, dan Iqbal—memastikan seluruh tahapan teknis berjalan sesuai rencana.
Perwakilan CV Alaric Karya menyatakan komitmennya untuk merampungkan pekerjaan tepat waktu serta berpegang teguh pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Melalui percepatan pembangunan sistem rumah pompa dan optimalisasi bozem ini, masyarakat berharap kawasan depan Mal Lippo bisa segera bebas dari ancaman banjir saat musim hujan tiba.[Budi/H. Dar/Red]
