SIDOARJO – Proyek Revitalisasi (Revit) SDN Ngares Rejo, Kecamatan Sukodono, resmi dimulai dengan pengerjaan rehabilitasi total terhadap 13 ruang kelas. Proyek yang bersumber dari anggaran APBN Kementerian Pendidikan senilai Rp1,8 miliar ini dinilai patut menjadi contoh baik dalam penerapan standar teknis dan kualitas material bangunan.
Pantauan di lokasi menunjukkan tahap pengerjaan awal telah berfokus pada pembongkaran serta penurunan atap gedung bagian depan. Secara teknis, kualitas pengerjaan fondasi dan struktur dinilai sangat memadai. Galian lubang footplate (sepatu) dibuat presisi hingga kedalaman 105 cm. Penggunaan material utama juga memenuhi standar spesifikasi teknis, seperti rakitan pembesian kolom berdiameter 12 mm dengan begel 8 mm, serta penggunaan semen merk Dynamix.
Mandor proyek dikonfirmasi bahwa seluruh penggunaan bahan material di lapangan telah mengacu pada petunjuk teknis yang ditentukan.
”Pengerjaan sudah sesuai spesifikasi. Untuk semen, kami menggunakan Dynamix atau Semen Gresik sesuai acuan spek yang ada,” jelasnya saat ditemui di lokasi proyek, Selasa (1/9/2026).
Meskipun area halaman sekolah saat ini cukup padat oleh tumpukan kayu sisa bongkaran serta perabotan kelas, aktivitas fisik yang telah berlangsung selama 10 hari ini berjalan lancar. Pihak pelaksana optimistis mampu menyelesaikan seluruh rangkaian pembangunan tepat waktu dengan mutu bangunan yang tinggi.
Guna mendukung kelancaran pengerjaan fisik selama masa target 120 hari kalender, kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk sementara waktu dialihkan ke Balai Desa Ngares Rejo. Ratusan siswa bersama para guru memanfaatkan fasilitas balai desa agar proses pembelajaran tetap berjalan aman dan kondusif.
Kepala Sekolah SDN Ngares Rejo, Hj. Endang, membenarkan adanya pengalihan lokasi KBM sementara tersebut. Pihaknya mengapresiasi jalannya proyek dan berharap proses rehabilitasi gedung sekolah dapat rampung tanpa kendala.[Budi/H. Dar/Red]
