SIDOARJO – Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SDN Wonokasian I, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, memicu sorotan publik. Selain diwarnai tudingan kurangnya koordinasi dari pihak sekolah terhadap Pemerintah Desa (Pemdes) setempat, spesifikasi material serta transparansi pelaksana proyek senilai Rp 1,13 miliar tersebut juga menuai tanda tanya.
Kritik tajam datang dari internal Pemdes Wonokasian. Pihak desa menilai Kepala Sekolah SDN Wonokasian I, Niswatur Rohmah, M.Pd, enggan membangun sinergi. Padahal, Pemdes telah memfasilitasi area Balai Desa untuk menampung empat kelas sementara agar proses belajar mengajar tetap berjalan selama sekolah direhabilitasi.
”Kami memberikan fasilitas karena siswa-siswi tersebut adalah warga kami. Namun, Kepala Sekolah tidak ada pengertian sama sekali. Selama proses rehab, beliau tidak pernah hadir langsung untuk berkoordinasi dan selalu mengutus bawahannya,” ungkap salah satu sumber di Pemdes Wonokasian, Senin (31/8/2026).
Terkait Spesifikasi Material dan Pelaksana Proyek
Di luar persoalan komunikasi dengan Pemdes, pengerjaan fisik proyek yang bersumber dari APBN 2026 ini turut menyita perhatian. Hasil pantauan di lapangan menemukan penggunaan sirtu (pasir batu) ayak serta besi begel (sengkang) berukuran 6 mm pada struktur kolom cor. Penggunaan material tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kekuatan struktur bangunan.
Tak hanya itu, sosok pelaksana proyek berinisial Joko Susilo turut memicu spekulasi. Meski Kepsek menyebutkan nama pelaksana, ia enggan memberikan nomor kontak yang bersangkutan untuk klarifikasi. Hal ini menimbulkan dugaan adanya keterlibatan pihak ketiga (kontraktor), padahal proyek berskema Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) seharusnya dikerjakan secara swakelola oleh sekolah.
Informasi yang dihimpun tim media, bahwa Joko Susilo juga mengerjakan proyek Revit SDN Tanggul Wonoayu. Sumber dari Wonokasian dan pihak SDN Tanggul pekerjanya dari Purwosari, Malang. Kalau dikerjakan swakelola untuk tenaga kerja diambilkan dari warga sekitar atau warga Sidoarjo. Hal ini akan membawa dampak positif efek domino meningkatkan perekonomian warga Sidoarjo.
Klarifikasi Kepala Sekolah
Menanggapi berbagai tudingan tersebut, Niswatur Rohmah menegaskan bahwa seluruh pengerjaan fisik telah sesuai dengan petunjuk teknis.
• Spesifikasi Material: Besi begel 6 mm dan sirtu ayak digunakan untuk pembangunan pagar belakang yang berbatasan langsung dengan area persawahan. Ketentuan ini, menurutnya, sudah sesuai hasil Bimbingan Teknis (Bintek) selama empat hari yang diikutinya di Surabaya.
• Efisiensi Anggaran (Reuse): Sekolah menerapkan sistem efisiensi dengan memanfaatkan kembali material lama yang masih layak pakai, seperti genteng Karangpilang.
• Alokasi Dana: Hasil efisiensi material dialihkan untuk melengkapi fasilitas pendukung yang belum ter-cover anggaran awal, seperti tandon air, sanitasi, dan sistem pembuangan.
Data Proyek Revitalisasi SDN Wonokasian I
• Sumber Dana: APBN TA 2026
• Nilai Anggaran: Rp 1.131.209.502
• Waktu Pelaksanaan: 120 Hari Kalender (16 Agustus – 14 Desember 2026)
• Pelaksana Resmi: P2SP SDN Wonokasian I
• Cakupan Pekerjaan: Rehabilitasi 6 ruang kelas, ruang administrasi, ruang UKS, dan ruang perpustakaan.
Masyarakat dan pihak Pemdes berharap proyek bernilai fantastis ini dapat dikerjakan secara transparan, sesuai regulasi swakelola, serta mengutamakan mutu bangunan demi keamanan dan kenyamanan para siswa.[Budi/H. Dar/Red]
