SIDOARJO — Pembangunan Jembatan Candinegoro yang menghubungkan kawasan Yayasan Sekolah MI Bahrul Ulum mulai menunjukkan perkembangan. Besi Wide Flange (WF) sebagai struktur utama jembatan telah terpasang menggunakan metode erection melintang pada dua lajur jembatan. Pemasangan struktur baja tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam percepatan pekerjaan yang sebelumnya mengalami keterlambatan.
Proyek dengan nilai kontrak Rp1.468.999.656 itu dikerjakan oleh CV Ardhi Bila, perusahaan asal Jember, dengan CV Duta Artha Gemilang sebagai konsultan pengawas. Berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), masa pelaksanaan proyek berlangsung mulai 29 Juli hingga 20 November 2026.
Terpasangnya besi WF menjadi perkembangan positif bagi upaya mengejar ketertinggalan progres pekerjaan yang sebelumnya tercatat mencapai 28,15 persen. Dengan perkembangan tersebut, pelaksana proyek optimistis keterlambatan dapat dikejar melalui peningkatan intensitas pekerjaan dan penambahan tenaga kerja.
Optimisme itu sejalan dengan hasil inspeksi mendadak (sidak) Bupati Sidoarjo, H. Subandi, pada 6 Oktober 2026. Saat melakukan peninjauan, Bupati menilai keterlambatan masih berpeluang dikejar apabila pelaksanaan pekerjaan dioptimalkan melalui sistem kerja bergiliran atau shift.
Dalam sidak tersebut, progres pekerjaan dilaporkan telah menunjukkan perbaikan. Keterlambatan yang sebelumnya berada di atas 20 persen disebut telah menurun menjadi 9 persen. Perkembangan itu menjadi indikasi bahwa peningkatan intensitas pekerjaan mulai memberikan hasil, meskipun upaya percepatan masih diperlukan untuk memastikan proyek selesai sesuai jadwal kontrak.
Dengan terpasangnya besi WF dan pengecoran lantai jembatan, maka progres pengerjaan yang semula deviasi 9 persen, kini sudah melampaui target positif.
Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) Sidoarjo, H. Makhmud, Bupati Subandi meminta pelaksanaan pekerjaan dioptimalkan hingga malam hari dengan pola kerja shift serta penambahan jumlah pekerja.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian setiap tahapan konstruksi tanpa mengabaikan kualitas dan keselamatan kerja. Bupati juga menyatakan optimistis pelaksana mampu mengejar ketertinggalan apabila arahan percepatan tersebut dijalankan secara konsisten.
Sementara itu, Amrizal Hakim, pelaksana proyek dari CV Ardhi Bila, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan intensitas pekerjaan demi mengejar keterlambatan. Komitmen tersebut disampaikan saat dirinya diwawancarai media di sela-sela sidak Bupati Sidoarjo.
Amrizal menyatakan pihaknya siap mengerahkan tenaga dan waktu lebih banyak dengan melanjutkan pekerjaan hingga dini hari, bahkan menjelang subuh.
“Pengerjaan kita tingkatkan sampai subuh. Siap menuntaskan sampai selesai tepat waktu,” ujar Rizal, sapaan akrab Amrizal Hakim.
Amrizal merupakan bagian dari tim pelaksana di bawah kontraktor muda H. Deby Alghifary. Ia optimistis, dengan peningkatan intensitas pekerjaan dan langkah percepatan yang telah dilakukan, pembangunan Jembatan Candinegoro dapat diselesaikan sesuai tenggat waktu yang ditetapkan.
Dengan terpasangnya struktur besi WF dan komitmen pelaksana untuk bekerja lebih intensif, harapan agar Jembatan Candinegoro rampung tepat waktu semakin terbuka. Namun, konsistensi percepatan pada tahapan pekerjaan berikutnya tetap menjadi faktor penentu untuk memastikan target penyelesaian pada 20 November 2026 dapat tercapai.(H.Dar/Red)
