SIDOARJO – Pemerintah Desa (Pemdes) Wonoayu, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, bersama kelompok tani menggelar musyawarah petani untuk membahas pengendalian hama tikus serta persiapan tradisi Keleman atau Sedekah Bumi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Wonoayu, Rabu (14/1/2026), sebagai upaya menjaga produktivitas pertanian pada Tahun Anggaran (TA) 2025.
Pemdes Wonoayu bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat melakukan pengendalian hama tikus di lahan persawahan seluas sekitar 35 hektare yang ditanami padi. Tindak lanjut dari musyawarah tersebut diwujudkan melalui kegiatan penebaran obat pembasmi hama tikus yang dilaksanakan secara serentak pada 21 Januari 2026.
Penebaran obat dilakukan secara gotong royong oleh petani bersama perangkat desa guna mengantisipasi kerusakan tanaman padi akibat serangan hama tikus maupun hama lainnya, seperti wereng, yang berpotensi menurunkan hasil panen.
Kepala Desa Wonoayu, Supriyadi, B.Sc., menyampaikan bahwa perhatian terhadap sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pemerintah desa. Menurutnya, Pemdes secara rutin mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan pengendalian hama serta program-program yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas pertanian.
“Pemerintah desa memberikan dukungan anggaran untuk kegiatan pertanian, termasuk pengendalian hama dan kegiatan kebersamaan petani. Semua ini kami lakukan untuk menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Desa Wonoayu,” ujar Supriyadi.
Selain pengendalian hama, Pemdes Wonoayu juga bersama petani melestarikan tradisi Keleman atau Sedekah Bumi yang rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang bulan Ramadan. Kegiatan tersebut biasanya diisi dengan doa bersama dan tasyakuran sebagai bentuk kebersamaan warga, serta diakhiri dengan pagelaran seni tradisional wayang kulit sebagai upaya pelestarian budaya lokal.
Dalam musyawarah petani tersebut turut hadir Sekretaris Desa Wonoayu Yusri Fanani, Babinsa Koramil Wonoayu, Bhabinkamtibmas Polsek Wonoayu, serta puluhan petani dan pengurus Gapoktan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah desa dan petani, Pemdes Wonoayu berharap upaya pengendalian hama dan pelestarian tradisi lokal dapat berjalan beriringan demi mendukung stabilitas dan ketahanan pangan desa. (dar/nata/red)
