SIDOARJO – Isu yang menyebut adanya dukungan dari kalangan kiai Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo kepada Subandi untuk kembali memimpin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo akhirnya terbantahkan. Sejumlah tokoh NU menegaskan bahwa tidak pernah ada deklarasi maupun dukungan politik dalam acara yang dimaksud. Bahkan Ketua PCNU tegas tak akan membawa NU ke Politik Praktis.
Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin, memberikan klarifikasi tegas bahwa dirinya tidak ingin membawa NU ke ranah politik praktis.
“Sambutan saya normatif. Saya tidak ingin NU masuk ke politik praktis, termasuk soal dukung-mendukung calon Ketua PKB,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa NU menjaga jarak dari kepentingan politik praktis, termasuk dalam dinamika internal partai.
Dengan adanya klarifikasi dari sejumlah tokoh NU tersebut, narasi yang menyebut adanya dukungan kiai NU kepada Subandi dalam acara bukber dipastikan tidak berdasar.
Acara yang berlangsung di kediaman pribadi Subandi itu ditegaskan murni sebagai ajang silaturahmi dan doa bersama, bukan forum politik.
Narasi yang sempat beredar menyebut Subandi mendapat restu dari jajaran PCNU dan MWCNU se-Sidoarjo dalam momentum buka puasa bersama (bukber) di kediamannya di Pabean. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal tersebut tidak benar.
Dalam acara tersebut, Subandi hanya menyampaikan keinginannya untuk masuk dalam bursa calon Ketua PKB Sidoarjo pada Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan awal April mendatang. Tidak ada pernyataan dukungan dari para kiai yang hadir.
Ketua MWCNU Sidoarjo, Ustadz Mulya Agung, menegaskan bahwa tidak ada agenda dukung-mendukung dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan, sambutan yang disampaikan Subandi lebih bersifat informasi dan penyampaian keinginan pribadi.
“Tidak ada dukungan dalam acara itu. Hanya penyampaian terkait hibah dan rencana Muscab PKB. Beliau juga menyampaikan keinginan pribadi untuk kembali maju,” ujarnya.
Pernyataan serupa disampaikan Ketua MWCNU Sedati yang memastikan tidak ada pembahasan politik praktis, apalagi dukungan terhadap Subandi.
Ketua MWCNU Wonoayu, KH Ir. Anas Dimyati, bahkan menilai narasi dukungan yang beredar telah disalahartikan. Menurutnya, kehadiran para kiai dalam acara bukber merupakan hal wajar sebagai bentuk silaturahmi, bukan dukungan politik.
“Foto bersama itu hal biasa karena undangan. Tidak ada kapasitas MWCNU untuk mendukung calon Ketua PKB,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Forum Silaturahmi MWCNU se-Sidoarjo, KH Drs Sugiono, yang menegaskan tidak pernah ada deklarasi dukungan dalam forum tersebut.(dar/nata/red)
