SIDOARJO — Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, terhadap pekerjaan tambal sulam jalan di ruas Sumberejo–Suko, Kecamatan Wonoayu, memicu perhatian publik. Dalam sidak tersebut, ditemukan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis, khususnya terkait ketebalan lapisan aspal.
Kegiatan peninjauan itu berlangsung di Desa Sumberejo dan dihadiri Kepala Desa Sumberejo H. Sahar Maulana, Camat Wonoayu Anwar, serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Kabupaten Sidoarjo.
Saat berdialog langsung dengan pekerja di lapangan, Wakil Bupati menanyakan ketebalan aspal yang digunakan. Pekerja menyebutkan ketebalan sekitar 2 sentimeter. Pernyataan tersebut kemudian dikonfirmasi ulang oleh Wakil Bupati karena dinilai berbeda dengan informasi awal yang menyebutkan ketebalan 3 sentimeter.
Menanggapi hal itu, Hj. Mimik Idayana menekankan pentingnya kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan. Ia juga mengingatkan agar proses perbaikan jalan dilakukan sesuai standar teknis, mulai dari pelebaran area tambalan hingga pemadatan dasar sebelum pengaspalan.
Selain itu, ia menyoroti belum tersedianya saluran drainase di sepanjang ruas jalan tersebut. Menurutnya, ketiadaan drainase berpotensi mempercepat kerusakan jalan meskipun telah dilakukan perbaikan berulang.
“Perbaikan jalan tidak akan efektif jika tidak didukung sistem drainase yang baik. Ini berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran,” ujarnya.
Wakil Bupati juga mendorong adanya perencanaan terpadu antara pemerintah desa, kecamatan, dan DPU BMSDA agar pembangunan infrastruktur jalan ke depan lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala DPU BMSDA Kabupaten Sidoarjo Mahmud maupun Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Joko belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.(dar/nata/red)
