Pemerintahan

Pemdes Tanggul Gelar Sosialisasi dan Optimalisasi Pajak PBB P2 Bersama Lembaga Desa

Mojokerto, Wartanusa.net, Untuk meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangun Perdesaan Perkotaan (PBB P2) di Desa Tanggul juga Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah Desa (Pemdes) Tanggul menggelar Sosialisasi dan Optimalisasi PBB P2 Pemerintah Desa dengan Lembaga Desa di salah satu hotel dikawasan Trawas, Mojokerto, Rabu (12/11/2025).

Para undangan yang hadir adalah Camat Wonoayu, Drs. Anwar, Babhinsa Koramil Rudi, Babhinsakamtibmas Polsek, Teguh, Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa), Hj. Hartiningsih, S.Pd. Sedangkan dari Lembaga Desa, BPD, Ketua RT/RW, LMPD, PKK, Bumdes dan Koperasi Merah Putih.

Kepala Desa (Kades) Tanggul, Syaiful Akhmadi, S.IP mengucapkan terima kasih kepada para undangan. Karena bisa menghadiri undangan Pemdes Tanggul mengajak musyawarah dan sosialiasi agar Pajak PBB P2 Desa Tanggul bisa meningkat. “Dan alhamdulillah, untuk Pajak TKD (Tanah Kas Desa) kita sudah terbayar dan Pemdes tidak mempunyai tunggakan. Sehingga acara sore hari ini bisa dikita gelar,”kata Kades Syaiful Akhmadi.

Secara rutin setiap tahunnya, Pemdes Tanggul selalu membuat kegiatan dengan melibatkan semua stakeholder dari berbagai komponen lembaga Desa seperti BPD, Perangkat Desa, Ketua RT/RW, LMPD dan PKK. Namun dengan mengusung tema yang berbeda. “Tugas kita adalah untuk mengingatkan kepada warga agar sadar membayar pajak. Karena apa, pajak adalah dari kita dan untuk kita warga yang menikmati nanti,”ujar Kades Syaiful Akhmadi.

Pola untuk merangsang warga Tanggul membayar pajak PBB, Pemdes Tanggul sudah melaksanakan melayani warga untuk pembayaran pajak PBB di Balai Desa. Agar masyarakat atau warga datang membayar pajak, Pemdes memberikan sembako gratis berupa gula dan minyak goreng. “Di Desa Tanggul setiap warga yang membayar pajak PBB langsung diberikan gula dan minyak goreng. Pola disini masih belum diterapkan oleh desa lain,”ujar Kades Syaiful.

Syaiful berharap program bayar pajak dapat sembako akan diteruskan lebih lanjut apabila aturannya masih diperbolehkan. “Oleh karena itu, saya nitip pesan kepada para undangan dari lembaga desa ini,, yakni Perangkat Desa, BPD, Ketua RT/RW, LPMD, Bumdes, Koperasi Desa Merah Putih dan PKK untuk pentingnya mengingatkan warga agar tertib sadar membayar pajak,”pinta Syaiful.

Hal ini lanjut Syaiful agar membayar pajak rutin setiap tahun sekali. Agar tiap tahun tidak menumpuk dan bisa meringankan beban warga.

Ketua BPD Tanggul, Hj. Hartiningsih, S.Pd mengatakan sosialisasi dan optimalisasi Pajak PBB P2 ini adalah PR (Pekerjaan Rumah) bersama. Karena tugas kita bersama adalah bagaimana agar warga semua membayar pajak di Balai Desa. Karena bayar pajak kan bisa dimana mana seperti diswalayan, supermarket, Indomaret, Alfamart dan sebagainya.

“Oleh karena itu marilah kita bersama bareng bareng untuk mengumpulkan warga agar bersedia membayar pajak dibalai desa,”ujar Hartiningsih.

Tertariknya warga menbayar pajak PBB seperti di iming imingi dengan sembako gula dan minyak goreng. Ini adalah bentuk untuk optimalisasi peningkatan pajak. “Kemarin ada yang bilang tahun depan dikasih sepeda motor listrik. Ini adalah omongan black bercanda. Tapi marilah kita amini saja. Siapa tahu kalau ucapan itu adalah sebuah doa,”tegas Hartiningsih.

Dijelaskan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Tanggul, Abdul Muid bahwa sesuai Perbup, sebanyak 20 persen dari bagi hasil penerimaan pajak harus digunakan optimalisasi pajak. Sepèrti pemberian hadiah bagi pembayar pajak. Dan untuk kegiatan sosialisasi. Desa Tanggul dana bagi hasil pajak mendapatkan sebesar Rp 600 juta.

Sedangkan Camat Wonoayu, Drs. Anwar, tugas dan kewajiban semua yang diundang dikegiatan optimalisasi pajak. Diharapkan mampu memberikan kesadaran masyarakat membayar pajak. Agar ada peningkatan setiap tahunnya pendapatan pajak. Harapan peningkatan pajak ini juga sangat diharapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

“Sudah dijelaskan oleh Pak Sekdes bahwa Desa Tanggul tahun ini mendapatkan Rp 600 juta dari dana Bagi hasil Pajak. Ditahun berikutnya, kemungkinan semakin bertambah. Diharapkan dari dana 20 persen optimalisasi bisa dipergunakan untuk kegiatan kepentingan masyarakat,”pinta Drs. Anwar. (adv/dar/nata/red).