OlahragaPemerintahan

Legislator Sidoarjo Dukung Kebangkitan Prestasi IPSI

SIDOARJO – Pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sidoarjo periode 2025 – 2029 di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (6/12/2025), menjadi momentum penting bagi pembinaan pencak silat di daerah. Sejumlah legislator lintas partai hadir dan menyatakan dukungan untuk memperkuat prestasi pencak silat Sidoarjo.

Ketua IPSI Sidoarjo terpilih, H. Anang Siswandoko, yang juga anggota Fraksi Gerindra, resmi memimpin kepengurusan baru. Struktur tersebut juga diisi beberapa anggota DPRD Sidoarjo, seperti H.M. Rojik (Wakil Ketua Fraksi PKB), H.M. Nizar,SH (Ketua Fraksi Golkar),  H. Basor (Gerindra), H. Achmad Mujayin (F-PKB), Moh. Zakaria Dimas Pratama, S.kom (Fraksi Nasdem), dan Vyke Widya Asroni dari Fraksi Gabungan PKS–PPP. Dalam kepengurusan tercatat sebagai Dewan Pertimbangan dan Majelis Pakar. Dalam susunan Pengurus Dewan Pertimbangan ada Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana.

Sedangkan Bupati Sidoarjo, Ketua DPRD Sidoarjo, Ketua Koni Sidoarjo, Dandim 0816 Sidoarjo dan Kapolresta Sidoarjo sebagai Dewan Pembina IPSI Sidoarjo.

 

Kehadiran para legislator ini dinilai memberi dorongan moral untuk memperkuat arah pembinaan atlet pencak silat.

“Kami ingin mengembalikan prestasi IPSI Sidoarjo yang sebelumnya meraih tiga medali emas di Porprov Jatim. Kemarin turun menjadi satu medali emas, dan ini harus kami tingkatkan lagi,” ujar Anang.

Sebagai Pembina IPSI Sidoarjo, M. Nizar menambahkan bahwa sinergi para anggota dewan di kepengurusan baru diharapkan membawa energi positif bagi kemajuan pencak silat di daerah.

“Kami mendorong pengurus bergerak cepat, menjaga integritas, dan menguatkan pembinaan atlet agar Sidoarjo kembali tampil sebagai juara,” ujarnya.

Kepengurusan baru ini dirancang untuk menjalankan pembinaan secara profesional sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IPSI serta amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Regulasi tersebut menekankan pentingnya pembinaan berjenjang, transparansi, keterbukaan, dan tata kelola organisasi yang berbasis kompetensi.

IPSI Sidoarjo menargetkan perbaikan sistem kepelatihan, pemetaan potensi atlet usia dini, serta penguatan kompetisi internal berbasis prestasi.

Data Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menyebutkan bahwa pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga dengan peminat terbesar di Jawa Timur. Kondisi ini membuat Sidoarjo memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat kejurnas maupun Pekan Olahraga Nasional (PON).

H.M. Rojik menegaskan bahwa keterlibatan politisi dalam kepengurusan bukan untuk kepentingan politik, melainkan untuk memperkuat fasilitas dan akses pembinaan.

“IPSI Sidoarjo berdiri untuk kepentingan atlet. Kami bekerja secara profesional dan transparan,” katanya.

Para legislator yang bergabung di IPSI Sidoarjo berkomitmen menjaga persatuan dan fokus pada tujuan utama: membangkitkan kembali prestasi pencak silat Sidoarjo agar dapat kembali menjadi kebanggaan daerah.(dar/nata/red)