SIDOARJO — Dewan Pengurus Pusat (DPP)
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menetapkan empat nama kader sebagai bakal calon (balon) Ketua DPC PKB Sidoarjo dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Fave Hotel, Sabtu (4/4/2026) malam.
Keempat nama tersebut adalah H. Abdillah Nasih, H. Usman, M.Kes, H. Rizza Ali Faizin, serta Ibnu Firdaus dari DPW PKB Jawa Timur.
Nama Bupati Sidoarjo, Subandi, tidak termasuk dalam daftar bakal calon yang diumumkan dalam forum Muscab. Selain itu, berdasarkan forum tersebut, tidak terdapat usulan dari peserta Muscab terkait pencalonan Subandi.
Pimpinan sidang pleno menegaskan bahwa penetapan empat nama bakal calon tersebut merupakan kewenangan DPP PKB dan bersifat final, setelah melalui proses penjaringan dan penilaian kelayakan serta kepatutan oleh Tim 7 DPW PKB Jawa Timur.
Sidang pleno dipimpin Sekretaris Jenderal DPP PKB Hasanuddin Wahid, didampingi Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Thoriqul Haq. Dalam forum tersebut, peserta Muscab yang terdiri dari perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Sidoarjo menyatakan menerima keputusan tersebut.
“Empat nama bakal calon yang telah diumumkan merupakan keputusan DPP dan sudah final,” ujar Thoriqul Haq.
Ia menambahkan, para bakal calon selanjutnya akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan berupa uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di kantor DPP PKB.
Terkait tidak masuknya nama Subandi, Thoriqul Haq menyatakan bahwa yang bersangkutan saat ini bukan lagi kader PKB.
Muscab DPC PKB Sidoarjo mengusung tema “Menghijaukan Sidoarjo, Meraih Kemenangan” dan dihadiri sekitar 200 peserta. Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 23.30 WIB. Agenda Muscab diawali dengan pembukaan yang dihadiri unsur ulama, masyayikh, serta perwakilan partai politik lainnya di Sidoarjo.
Sebelum penetapan bakal calon, pengurus DPC PKB periode 2021–2026 juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerja.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PKB Hasanuddin Wahid menyampaikan bahwa proses regenerasi kepemimpinan di tubuh PKB tidak hanya berfokus pada figur ketua, melainkan pada pembentukan tim yang solid.
“PKB mengedepankan prinsip kolektif kolegial dalam kepengurusan. Kekuatan organisasi terletak pada kerja tim, bukan individu,” ujarnya.
Ia menambahkan, kriteria calon pemimpin juga mencakup komitmen terhadap kehadiran dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pemimpin harus hadir di tengah masyarakat dan bekerja secara berkelanjutan, tidak hanya pada momentum tertentu,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, seluruh bakal calon akan menjalani tahapan uji kelayakan dan kepatutan, termasuk tes psikologi dan penelusuran rekam jejak dengan melibatkan akademisi.
“Setiap kandidat akan diwawancarai untuk mendalami visi, misi, serta rencana kerja ke depan, termasuk evaluasi rekam jejak dan kapasitas kepemimpinan,” pungkasnya.(dar/nata/red)
