Bosda Dinilai Tidak Adil oleh LP Ma’arif NU, Komisi D DPRD Sidoarjo Berikan Penjelasan
SIDOARJO – Kebijakan Komisi D DPRD Sidoarjo terkait penerapan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Berkeadilan pada Tahun Anggaran 2026 mendapat kritik dari Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Sidoarjo. LP Ma’arif menilai kebijakan baru tersebut tidak disosialisasikan terlebih dahulu sehingga menimbulkan kegelisahan di kalangan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di bawah naungannya.
“Kami dari LP Ma’arif meminta adanya hearing untuk membahas persoalan ini,” ujar Ketua LP Ma’arif NU Sidoarjo, H.M. Syaifullah Asyari, usai menghadiri pertemuan dengan Ketua DPRD dan Komisi D DPRD Sidoarjo, Rabu (10/12/2025).
Menurut Syaifullah, skema Bosda Berkeadilan yang menggunakan dua dasar perhitungan—jumlah siswa dan besaran SPP—membuat banyak sekolah bingung.
“Kalau memang ingin berkeadilan, terapkan satu skema saja untuk seluruh sekolah penerima Bosda,” tegasnya.
Selain itu, perwakilan LP Ma’arif juga menyatakan keberatan terkait adanya penurunan besaran Bosda bagi sejumlah MI akibat skema baru tersebut.
“Ada MI yang nilai Bosdanya justru turun pada tahun 2026,” tambah Syaifullah.
Komisi D Jelaskan Skema Baru Bosda Berkeadilan
Menanggapi kritik tersebut, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Damroni Chudlori menjelaskan bahwa skema Bosda Berkeadilan memang dilakukan dengan penyesuaian berdasarkan kondisi sekolah. Menurutnya, ada sekolah yang mengalami penurunan, namun lebih banyak yang justru mendapatkan kenaikan.
“Dari data yang ada, sebanyak 116 sekolah, baik MI maupun SD swasta, mengalami kenaikan Bosda. Nilai bantuan yang sebelumnya Rp 29 ribu kini naik menjadi Rp 40 ribu per siswa,” jelas Damroni.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso menambahkan, total anggaran Bosda tahun 2026 naik dari Rp 152,4 miliar menjadi Rp 157 miliar. Kenaikan ini, kata dia, merupakan bagian dari penerapan konsep Bosda Berkeadilan.
“Kami lebih mengacu pada jumlah siswa karena data tersebut lebih objektif dan sudah tersedia di dinas,” ujarnya.
Ketua DPRD: Masukan LP Ma’arif Akan Dipertimbangkan
Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih menegaskan bahwa seluruh masukan dan keluhan dari LP Ma’arif NU Sidoarjo akan menjadi bahan pertimbangan pada pembahasan Bosda berikutnya.
“Kami berterima kasih atas kritik dan masukannya. Semua akan kami perhatikan dalam evaluasi dan pembahasan Bosda di tahun selanjutnya,” ujar Nasih.
Hearing tersebut juga dihadiri anggota Komisi D lainnya, yakni Tarkit Erdianto dan H. Sutadji.(dar/nata/red)
