Anak Penjual Es Cream Keliling. Asal Buduran Sidoarjo Raih Beasiswa Studi ke Kerajaan Maroko Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah
Sidoarjo – wartanusa.net
Semangat juang, ketekunan, dan doa orang tua menjadi kunci keberhasilan Ersya Fikri Reihan SyahPutra, santri asal Desa Sukorejo RT. 03 RW 01 Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, yang berhasil meraih beasiswa pendidikan ke Kerajaan Maroko, melalui Menteri Agama RI. Pemuda berusia 18 tahun ini merupakan lulusan Pondok Pesantren Nurul Qarnain yang diasuh KH. Yasid Karimullah, beralamat di Balet Baru, Sukowono, Jember.
Ersya adalah putra pertama pasangan Syaiful Rachman dan Ernawati. Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai penjual es krim keliling yang biasa berjualan di sekolah-sekolah dasar sekitar desa, sementara sang ibu bekerja sebagai buruh harian lepas di pabrik kayu. Meski penghasilan keluarga pas-pasan, keduanya tidak pernah berhenti mendukung pendidikan anaknya.
“Meskipun hasil dari berjualan es krim tidak seberapa, yang penting saya bisa terus mendukung pendidikan anak,” ujar Syaiful dengan mata berkaca-kaca.
Sejak tahun 2019, Ersya memulai pendidikannya di Pondok Pesantren Nurul Qarnain, menempuh jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA) di lingkungan pondok yang sama. Selama enam tahun di pesantren, ia konsisten mempertahankan prestasi akademik dengan peringkat pertama di setiap jenjang.
Selain gemilang di bidang akademik, ia juga berprestasi di berbagai ajang Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) Fathul Qorib, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Di antaranya:
1. Juara 1 MQK Tingkat Provinsi Jawa Timur di PP At-Tanwir, Bojonegoro.
2. Juara 1 MQK Tingkat Kabupaten Jember di MWC NU Jember.
3. Juara 2 MQK Tingkat Provinsi Jawa Timur di IAI Tabah, Lamongan.
4. Juara 3 MQK Tingkat Provinsi Jawa Timur di PP Darul Istiqomah.
Kemahirannya dalam membaca dan memahami kitab kuning, ditambah penguasaan bahasa Arab yang diasah melalui kursus di Pare, Kediri, menjadi bekal utama saat ia mendaftar program beasiswa Kerajaan Maroko.
Kesempatan emas semula ini ia ketahui dari pengumuman resmi Kementerian Agama RI yang ia temukan di internet dan media sosial, Setelah mendapat restu dari kiai dan ustadz pengasuh pondok, Ersya mendaftarkan diri secara online pada 2 Juni 2025. Proses seleksi yang ia lalui tidak mudah. Tahapannya meliputi verifikasi dan validasi dokumen, Computer Based Test (CBT) beserta simulasi, wawancara, hingga pengumuman akhir. Seluruh proses berlangsung dari 26 Mei hingga 13 Juni 2025.
Pada tahap wawancara yang dilaksanakan di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Ersya diuji secara langsung kemampuan bahasa Arabnya. Dari total 1.088 peserta, hanya 50 orang yang terpilih, dan Ersya menjadi salah satunya. Ia akan melanjutkan studi di Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah, Kota Fez, Kerajaan Maroko.
“Bukanlah jalan yang mudah untuk menempuh perjalanan ini, apalagi di tengah keterbatasan ekonomi ayah dan ibu saya. Tapi saya percaya bahwa tekad, doa, dan kerja keras bisa membawa hasil,” ujar Ersya dengan senyum penuh syukur.
Perjuangan Ersya mendapat perhatian dari berbagai pihak. Baznas Sidoarjo memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp7 juta untuk membantu biaya keberangkatan dan kebutuhan awalnya di Maroko. Bantuan tersebut diserahkan langsung pada Senin, 11 Agustus 2025, di kantor Baznas Sidoarjo.
Kisah Ersya menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di kalangan santri. Ia membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan tekad, kerja keras, dan doa, pintu kesempatan akan terbuka, bahkan hingga ke tingkat internasional.
Meski prestasinya gemilang, Ersya tetap rendah hati. Ia menganggap pencapaiannya adalah buah kerja sama antara dirinya, keluarga, para guru, dan lingkungan yang selalu memberikan dukungan.
“Saya berharap bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu di Maroko sebanyak-banyaknya, lalu setelah pulang nanti bisa mengabdikan diri kepada masyarakat,” ucapnya.
Keberhasilan Ersya menembus seleksi beasiswa Kerajaan Maroko menjadi bukti bahwa santri Sidoarjo memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah internasional. Dengan bekal ilmu agama dan bahasa Arab yang mumpuni, ia siap membawa nama baik kampung halamannya di negeri para ulama, Afrika Utara. (Fauzan/dar/nata/red)

