SIDOARJO – Di tengah sorotan tajam terhadap kinerja eksekutif, DPC Partai Gerindra Sidoarjo menegaskan posisi politiknya secara jernih dan tanpa ambiguitas. Sebagai partai yang mengusung pasangan Subandi-Mimik pada Pilkada lalu, Gerindra menolak untuk berdiri di zona nyaman sebagai penonton atau sekadar melempar kritik dari luar pagar pemerintahan.
Prinsip politik yang dipegang teguh oleh Gerindra dirumuskan secara lugas: “Mendukung tidak berarti membenarkan seluruh kebijakan. Mengkritik tidak berarti meninggalkan pemerintahan.” Ketika pemerintah daerah menorehkan keberhasilan, Gerindra berdiri di garda depan untuk ikut menjaga. Namun, tatkala ditemukan kebijakan atau sektor pelayanan yang pincang, partai berlambang kepala garuda ini merasa wajib menjalankan fungsi koreksi dan pengawasan konstruktif demi kepentingan rakyat Sidoarjo.
Sikap kritis ini berjalan seiring dengan capaian elektabilitas partai yang terekam dalam survei yang sama, di mana elektabilitas Partai Gerindra berada di angka 14,4 persen, menempatkannya di posisi teratas survei elektoral di wilayah Sidoarjo. Kendati demikian, jajaran pengurus DPC Gerindra sepakat untuk tidak terjebak dalam euforia berlebihan maupun terjebak dalam klaim sepihak.
Bagi Gerindra, angka elektabilitas tersebut bukan sekadar urusan ranking politik, melainkan sebuah amanah besar dari masyarakat. Semakin tinggi tingkat kepercayaan publik yang diberikan kepada partai, maka semakin besar pula tanggung jawab moral yang dipikul untuk memastikan roda pemerintahan daerah berjalan tepat sasaran, transparan, dan benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan warga Kabupaten Sidoarjo.[habis/H. Dar/Red]
