SIDOARJO – Pelaksanaan proyek rehabilitasi Pasar Taman senilai Rp1.592.091.792 yang digarap oleh CV BJ menuai sorotan tajam. Pasalnya, proyek yang dibatasi waktu ketat berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) tertanggal 23 Juli dan akan berakhir pada 20 September 2026 ini minim aktivitas di lapangan, memicu kekhawatiran keterlambatan penyelesaian.
Berdasarkan pantauan di lokasi saat jam kerja berlangsung, situasi pembangunan tampak lesu. Di area los basah dan zona penjualan daging, hanya terlihat dua orang pekerja. Sementara itu, pengerjaan struktur pagar sama sekali belum tersentuh dan terkesan dibiarkan terbengkalai.
Kondisi pasar yang lengang dari aktivitas jual beli seharusnya menjadi momentum ideal bagi kontraktor untuk menggenjot progres fisik. Minimnya sebaran tenaga kerja ini mengindikasikan lemahnya manajemen proyek dari pihak pelaksana.
Kemana pekerja yang lain pak? “Tadi katanya pembongkaran besi,”ujarnya singkat.
Rincian Ruang Lingkup Pekerjaan
Merujuk data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), paket rehabilitasi Pasar Taman mencakup sejumlah titik krusial, yakni:
• Pembangunan pagar di 4 titik lokasi
• Pekerjaan pemavingan di 4 titik lokasi
• Pembangunan saluran air di 2 titik lokasi
• Rehabilitasi los pasar basah
Dengan tenggat waktu penyelesaian yang kian dekat—yakni pertengahan September 2026—publik dan kalangan pengamat meragukan kemampuan kontraktor dalam menyelesaikan seluruh item pekerjaan tersebut tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas mutu.
Desakan Evaluasi Ketat
Lambannya laju pekerjaan ini mendesak CV Persada Utama Konsultan selaku konsultan pengawas bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo untuk segera turun tangan. Evaluasi mendalam terhadap deviasi kurva S, sebaran tenaga kerja, dan komitmen pelaksana mutlak dilakukan guna menghindari potensi wanprestasi dan kerugian keuangan negara.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Sidoarjo, Listiyaningsih, S.E., M.M., hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi terkait kondisi di lapangan.[Budi/Agus/H. Dar/Red]
