SIDOARJO – Suasana malam di kawasan Jalan Jambu, Desa Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo, mendadak riuh dan meriah pada Selasa (4/8/2026) malam. Tepat selepas waktu Maghrib, lebih dari seribu warga tampak tumplek blek memadati area Bazar Rakyat RT 08 RW 09. Tak sedikit warga yang datang memboyong seluruh anggota keluarga hingga sanak saudara untuk menikmati malam santai sambil berburu jajanan.
Acara yang digelar dalam rangka menyambut HUT RI ke-81 ini menyuguhkan atmosfer hangat penuh kebersamaan. Sebanyak 65 lapak UMKM lokal berderet rapi menyajikan aneka jajanan tradisional hingga kuliner kekinian yang sukses memanjakan lidah para pengunjung. Keriuhan makin lengkap dengan hadirnya pertunjukan kesenian tradisional Jaranan yang sukses menghibur sekaligus melestarikan budaya Jawa di tengah era modern.
Misi Mengangkat UMKM Lokal Agar “Naik Kelas”
Ketua RT 08 RW 09 Jalan Jambu, Budi Setioko, mengungkapkan bahwa pihak panitia sengaja menyiapkan seluruh fasilitas dan lapak secara gratis demi mendukung penuh para pelaku usaha lokal.
”Peringatan HUT RI ke-81 tahun ini kami kemas dengan semangat Guyub Rukun. Tujuan utamanya adalah mengangkat UMKM warga kami agar bisa naik kelas,” tegas pria tambun dengan penuh semangat.
Antusiasme warga terbukti luar biasa. Tak hanya warga RT 08 RW 09, masyarakat dari luar Desa Wage pun berbondong-bondong datang meramaikan suasana.
Apresiasi dan Gotong Royong Warga
Suksesnya gelaran skala besar di tingkat RT ini tentu tak lepas dari kerja keras seluruh elemen masyarakat. Di akhir acara, Budi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memeras keringat demi kelancaran Bazar Rakyat ini.
”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas support, dukungan, serta partisipasi semua pihak. Khususnya untuk jajaran Pengurus RT 08 RW 09, Karang Taruna, tim UPS (Usaha Persaudaraan Sejahtera), serta Ketua BPD Desa Wage yang sudah memberikan dukungan penuh,” tutup Budi dengan senyum sumringah.
Bazar Rakyat ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kemerdekaan masih tertanam kuat, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi warga di tingkat tapak.[H.Dar/Red].
