SIDOARJO – Bongkaran rigid beton dari proyek peningkatan Jalan RPH Krian–Balai Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, dikumpulkan dan ditampung di workshop milik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BMSDA) Sidoarjo di Anggaswangi, Kecamatan Sukodono.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan DPU BMSDA Sidoarjo, Poerwanto, Jumat siang (18/9/2026), di ruang kerjanya.
Menurut Poerwanto, bongkaran rigid beton diangkut menggunakan kontainer menuju workshop DPU BMSDA di Anggaswangi. Material tersebut ditampung karena merupakan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.
“Bongkaran rigid beton diangkut kontainer dibawa ke workshop Anggaswangi, Sukodono dan ditampung di sana. Bongkaran itu milik aset Pemkab Sidoarjo. Untuk kerukan tanahnya kan bukan aset,” ujar Poerwanto sembari menunjukkan foto kontainer yang memuat bongkaran rigid beton di workshop tersebut.
Namun, Poerwanto mengaku tidak mengetahui ke mana material hasil kerukan tanah di bawah rigid beton dibuang. Menurutnya, yang diselamatkan dan diamankan oleh DPU BMSDA hanya bongkaran rigid beton.
Ia menjelaskan, rigid beton yang dibongkar tersebut memiliki kandungan rangka besi dengan ukuran sekitar 22 milimeter.
“Kami tidak tahu bongkaran urukan tanahnya dibuang ke mana,” katanya.
Poerwanto menambahkan, dirinya baru sekitar satu bulan menjabat sebagai Kabid Jalan dan Jembatan DPU BMSDA Sidoarjo setelah sebelumnya bertugas di Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim dan CKTR).
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menjawab pertanyaan anggota Komisi C DPRD Sidoarjo Dapil IV yang meliputi Krian, Balongbendo dan Tarik, HM Nizar, SH dari Fraksi Golkar serta HM Abud Asyrofi dari Fraksi PKB.
Pertanyaan itu sebelumnya disampaikan saat keduanya melakukan inspeksi mendadak (sidak) progres proyek peningkatan Jalan RPH Krian–Balai Desa Kemangsen, Rabu (16/9/2026).
Alumnus Sarjana Hukum Unair Surabaya tersebut meminta kepada DPU BMSDA untuk menampung semua bongkaran rigid dan tanah urukan menjadi satu. Nizar mendapat informasi ada yang menampung bekas kerukan oleh Pejabat Desa Kemangsen. “Ada yang diuntungkan dari hasil kerukan jalan,”ujar Nizar.
Sementara itu, proyek peningkatan jalan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp3,6 miliar. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Berlian Karya Teknik, dengan PT Mitra Cipta Engineering sebagai konsultan pengawas.
Berdasarkan progres terakhir yang disampaikan sebelumnya, pelaksanaan proyek justru melampaui target. Target pekerjaan tercatat sebesar 4,76 persen, sedangkan realisasi mencapai 8,31 persen.
Dengan demikian, progres pekerjaan mengalami kelebihan target sebesar 3,55 persen.
Kini, selain progres fisik pekerjaan, keberadaan dan pengelolaan material hasil bongkaran juga menjadi bagian yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan proyek tersebut.[Budi/H.Dar/Red]
