SIDOARJO – Persaingan sengit perebutan proyek konstruksi fasilitas kesehatan di Sidoarjo akhirnya menemui titik terang. PT Maman Putra Brayan resmi keluar sebagai pemenang tender proyek Peningkatan Gedung Mawar Merah Putih RSUD Notopuro Sidoarjo dengan nilai penawaran terkoreksi sebesar Rp8,63 miliar (Rp8.636.734.400,00) dari pagu anggaran sebesar Rp10,8 miliar.
Kemenangan perusahaan asal DKI Jakarta yang juga terafiliasi dengan grup kontraktor ternama asal Yogyakarta ini menepis rumor yang sempat beredar. Sebelumnya, kontraktor lokal berinisial DA sempat digadang-gadang bakal menyapu bersih dua proyek besar sekaligus, yakni di RSUD Notopuro dan RSUD Sibar. Namun, DA yang bergerak di bawah bendera PT Dehan Maulana Perkasa dan berkantor di kawasan Perumahan Kota Sidoarjo harus puas berada di urutan penawaran kedua. Meski begitu, DA tetap berhasil mengamankan kemenangan pada tender proyek RSUD Sibar.
Selain PT Dehan Maulana Perkasa, persaingan di RSUD Notopuro juga menggugurkan sejumlah peserta tender lainnya:
• CV Tullang Mas milik H. Imam Sugiri harus mengubur harapannya setelah menempati posisi penawaran terendah ketiga senilai Rp9,65 miliar (Rp9.655.515.996,51).
• PT Elang Mitra Regantam yang menawar Rp9,13 miliar (Rp9.133.532.777,88) digugurkan oleh Pokja Lelang dan PBJ pada tahap evaluasi teknis. Perusahaan tersebut dinilai tidak dapat membuktikan kepemilikan peralatan berupa bukti kwitansi pembelian mesin las merk Rhino tipe MMA-500 yang setelah diklarifikasi ke pihak penerbit dinyatakan tidak sesuai (melanggar IKP poin 28.13 huruf f).
• CV Viva Tunggal yang mengajukan penawaran Rp8,63 miliar juga gugur sesuai IKP poin 28.13 huruf e. Direktur perusahaan tidak merespons klarifikasi teknis dari Pokja Pemilihan melalui aplikasi SPSE, serta absen dan tidak mengirimkan konfirmasi hingga pengumuman pemenang.
Masuknya perusahaan luar daerah dalam tender ini memantik perhatian para pelaku jasa konstruksi lokal. Seorang kontraktor asal Sidoarjo turut memberikan tanggapannya terkait fenomena tersebut.
”Lantas siapa yang membawa PT Maman—yang beralamat di Ruko Salemba Tengah, Paseban, Senen, Jakarta Pusat—untuk ikut tender di Sidoarjo kalau bukan orang Sidoarjo sendiri?” cetusnya, Selasa (28/7/2026).
Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (Kabag PBJ) Sidoarjo, Hrsn, saat dimintai konfirmasi mengenai hasil tender ini belum dapat memberikan keterangan resmi lantaran masih menghadiri agenda kegiatan bersama BPPD Sidoarjo.[Budi/Agus/H. Dar/Red]
