SIDOARJO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Dr. Hj. Fenny Apridawati, M.Kes menegaskan bahwa kegiatan rapat koordinasi (rakor) dan buka puasa bersama yang digelar di Mahabarata Palace, Graha Unesa, Surabaya, Jumat (6/3/2026), tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 48 orang yang terdiri dari sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Menanggapi berbagai sorotan yang muncul di media sosial, Fenny menyampaikan bahwa seluruh biaya kegiatan tersebut tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo.
“Insya Allah kegiatan tersebut sama sekali tidak menggunakan uang negara. Acara itu merupakan undangan dari sahabat yang sudah seperti keluarga,” ujar Fenny saat dikonfirmasi.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo itu juga menjelaskan bahwa busana yang dikenakan dalam acara tersebut berkaitan dengan tema yang disiapkan oleh pihak penyelenggara.
Menurutnya, penggunaan busana tersebut juga dimaksudkan untuk membantu mempromosikan tempat acara serta produk lokal.
Fenny mengaku busana yang dikenakannya merupakan hasil karya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Sidoarjo. Ia menyebut beberapa produk yang digunakan berasal dari perajin lokal.
“Bajunya dibuat oleh perajin dari Tulangan, aksesori juga dipinjam dari pelaku usaha di Tulangan, dan sepatu dari pengrajin di Lebo. Saya bangga menggunakan produk Sidoarjo,” katanya.
Sekda Fenny menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila kegiatan tersebut menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Sementara itu, kegiatan rakor dan buka puasa bersama tersebut sempat menjadi perbincangan di media sosial dan media online setelah sejumlah foto acara beredar luas. Dalam foto yang beredar, para pejabat terlihat mengenakan busana dengan tema tertentu saat menghadiri kegiatan tersebut.
Sejumlah warganet kemudian memberikan beragam tanggapan, terutama di tengah keluhan masyarakat terkait kondisi sejumlah infrastruktur jalan di beberapa wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hingga kini terus melakukan upaya penanganan terhadap berbagai persoalan infrastruktur yang menjadi perhatian masyarakat. (dar/nata/red)
