SIDOARJO – Program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 membawa angin segar bagi SDN Cemengbakalan 1, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Sekolah tersebut mendapat bantuan pemerintah melalui program revitalisasi satuan pendidikan Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pelaksanaan pekerjaan revitalisasi yang ditangani Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) mendapat perhatian karena dikerjakan dengan mengedepankan kekuatan struktur dan kualitas bangunan. Bahkan, metode pengerjaan pondasi yang diterapkan dinilai cukup layak menjadi contoh dalam pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi gedung sekolah.
Salah satu yang terlihat di lokasi adalah pengerjaan sepatu pondasi ganda. Kedalaman pondasi mencapai sekitar 80 sentimeter bahkan lebih, dengan lubang berukuran kurang lebih 70 sentimeter. Struktur tersebut dipersiapkan secara serius untuk menghasilkan pondasi yang kokoh dan mampu menopang bangunan dalam jangka panjang.
Pondasi yang kuat ini juga menjadi bagian dari persiapan pengembangan bangunan sekolah pada tahun 2027. Mengingat keterbatasan lahan SDN Cemengbakalan 1, pengembangan secara vertikal menjadi salah satu opsi agar kebutuhan ruang belajar dapat terpenuhi tanpa harus memperluas lahan.
Ditemui di lokasi pekerjaan, Rahmad, selaku pelaksana lapangan P2SP, menegaskan pihaknya akan bekerja secara maksimal dalam menyelesaikan proyek revitalisasi tersebut.
“Kami akan all out mengerjakan proyek revitalisasi ini. Prinsipnya tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas agar hasilnya benar-benar bermutu,” ujar Rahmad.
Menurutnya, pekerjaan revitalisasi kali ini mencakup dua ruang kelas di sisi timur. Kedua ruang tersebut direncanakan mendapatkan pembangunan struktur cor dak sehingga ke depan memungkinkan dikembangkan menjadi bangunan bertingkat.
“Dua lokal ini rencananya ada bangunan cor dak. Untuk bangunan sebelah barat, direnovasi semuanya, mulai pengecatan hingga perbaikan plafon yang rusak,” jelasnya.
Dari sisi konstruksi, kualitas material dan pembesian juga menjadi perhatian. Besi ulir digunakan untuk pembesian dan tulangan, dengan ukuran tulangan 12 milimeter serta begel 8 milimeter. Penggunaan material tersebut dipersiapkan untuk mendukung kekuatan struktur pondasi maupun kerangka bangunan.
Rahmad mengaku jika pihaknya juga mengerjakan proyek Revit di SDN Suko 1 senilai Rp 1,6 miliar. Di SDN Suko 1 dijaga mandor Rinto. Rinto juga sempat ditemui tim media ini.
Kepala Sekolah: Bantuan Rp807,8 Juta Jadi Kesempatan Meningkatkan Kualitas Gedung
Kepala SDN Cemengbakalan 1, Mukti Wibowo, menyambut baik bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya. Ia berharap pelaksanaan pekerjaan dapat menghasilkan bangunan yang berkualitas sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Mukti sendiri baru menjabat sebagai kepala sekolah di SDN Cemengbakalan 1. Ia dilantik oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, SH, M.Kn., bersama 254 kepala sekolah SD dan SMP negeri di Kabupaten Sidoarjo pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Pendopo Delta Wibawa. Sebelumnya, Mukti merupakan guru di SDN Lebo dan mendapatkan promosi untuk menduduki jabatan kepala sekolah.
Ia menjelaskan, bantuan revitalisasi yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2026 tersebut mencapai Rp807.840.100. Dana itu digunakan untuk menangani sejumlah bagian bangunan sekolah, khususnya dua ruang kelas di sisi timur yang masuk kategori rusak berat.
“Jumlah total ada sembilan ruang kelas. Dua lokal ruang kelas yang rusak berat direvitalisasi, ditambah pembangunan dak yang rencananya pada tahun 2027 bisa dikembangkan menjadi bangunan bertingkat. Kemudian tujuh ruang kelas dari sisi selatan ke utara direhab seluruhnya dengan kategori rusak ringan,” terang Mukti.
Menurutnya, keterbatasan lahan menjadi tantangan tersendiri bagi SDN Cemengbakalan 1. Karena itu, pembangunan bertingkat dinilai menjadi solusi strategis untuk menambah ruang kelas tanpa membutuhkan lahan baru.
Mukti berharap kualitas pekerjaan revitalisasi tahun ini dapat menjadi pijakan untuk pengembangan sekolah pada tahun berikutnya.
“Saya senang sekolah mendapatkan bantuan ini. Semoga hasil pekerjaannya bagus dan pada 2027 bisa mendapatkan bantuan lagi, sehingga pembangunan bertingkat dapat diteruskan,” harapnya.
Transparansi Proyek Terpampang di Depan Sekolah
Sebagai bagian dari keterbukaan informasi, papan informasi proyek dipasang di pagar depan SDN Cemengbakalan 1. Papan tersebut mencantumkan identitas dan sumber pembiayaan pekerjaan revitalisasi.
Nama pekerjaan: Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026
Pekerjaan: Revitalisasi SDN Cemengbakalan 1
Jumlah dana bantuan: Rp807.840.100
Sumber dana: APBN Tahun Anggaran 2026
Pelaksana: Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)
Waktu pelaksanaan: 120 hari, 20 Agustus–17 Desember 2026
Lokasi: Jl. Cemeng Bakalan No. 29, Cemeng, Cemeng Bakalan, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Dengan dukungan anggaran pemerintah, pengawasan dan pelaksanaan yang serius, serta perhatian terhadap kualitas konstruksi, revitalisasi SDN Cemengbakalan 1 diharapkan tidak sekadar memperbaiki bangunan yang mengalami kerusakan. Lebih dari itu, proyek tersebut menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Pondasi yang kini dipersiapkan dengan kokoh pun menjadi gambaran bahwa revitalisasi sekolah tidak hanya berorientasi pada kebutuhan hari ini, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan sarana pendidikan secara bertahap di masa mendatang.[Budi/H. Dar/Red]
