SIDOARJO – Proyek perbaikan Buzem Perumahan Sekardangan yang menelan anggaran hingga Rp1,6 miliar disinyalir berjalan lambat. Meski tender telah dimenangkan oleh CV Mutiara Eka Perkasa sejak satu bulan lalu, kondisi di lapangan hingga kini masih minim pengerjaan dan bahan material.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (7/10/2026), kegiatan proyek bernilai fantastis tersebut hanya ditangani oleh dua orang pekerja. Mereka terlihat tengah merangkai besi ulir berukuran 10–12 mm. Selain itu, tampak tumpukan tiang pancang (minipile) merek Calvary sepanjang dua meter berserakan di bibir kolam. Kualitas minipile tersebut pun disorot karena kondisinya berdebu dan retak-retak kecil, menyerupai cetakan beton yang kurang matang.
Ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat terkait belum maksimalnya pengerjaan pascamenang tender, Iin Eka Wahyuningsih yang mengklaim sebagai pelaksana proyek enggan memberikan penjelasan detail.
“Monggo tanyakan saja ke dinas,” jawab Iin singkat via WhatsApp.
Sikap tertutup juga ditunjukkan oleh pihak instansi terkait. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBM & SDA) Sidoarjo, H. Makhmud, bersama Kabid Ketahanan Drainase, Erwindo, tidak memberikan respons saat dikonfirmasi mengenai kepastian pengerjaan serta penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
Sebagai informasi, proyek perbaikan Buzem Sekardangan sebelumnya menjadi rebutan hangat para kontraktor. Dari 75 peserta lelang, 10 penyedia mengajukan penawaran hingga akhirnya dimenangkan CV Mutiara Eka Perkasa dengan nilai penawaran terkoreksi Rp1.600.476.451,16 dari pagu anggaran sebesar Rp2,3 miliar (HPS Rp1,89 miliar). Kemudahan akses lokasi dan tingkat kerumitan yang relatif rendah membuat proyek ini menjadi incaran para kontraktor.
Di sisi lain, status kepemilikan dan kepengurusan CV Mutiara Eka Perkasa Berdasarkan data resmi asosiasi kontraktor (GAPENSI), badan usaha yang beralamat di Entalsewu, Kecamatan Buduran, Sidoarjo ini dipimpin oleh Masda Adi Santoso, Direktur sesuai rekam jejak resmi menghubungkan nama Iin Eka Wahyuningsih adalah suami istri. (Budi/H. Dar/Red)
