SIDOARJO – Proyek perbaikan Rumah Pompa Lippo di kawasan Perumahan Pondok Mutiara, Banjarbendo, Sidoarjo, mencatat progres pekerjaan yang melampaui target. Namun, kualitas material pasir yang digunakan justru mendapat sorotan saat Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P., melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin [21/9/2026].
Berdasarkan laporan Konsultan Pengawas CV Pandu Ardhigraha, proyek yang dikerjakan CV Alaric Karya dengan nilai kontrak Rp2.399.956.000 itu memiliki target progres sebesar 4,82 persen. Sementara realisasi pekerjaan telah mencapai 14 persen atau lebih cepat sekitar 9,18 persen dari target.
Proyek tersebut mulai dikerjakan berdasarkan SPK 5 Agustus 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 22 Desember 2026.
Meski progresnya cukup baik, Mimik menemukan material pasir yang dinilai kurang memenuhi standar. Ia meminta material tersebut segera diganti agar tidak memengaruhi kualitas konstruksi rumah pompa.
“Penampungan air ini harus benar-benar kuat. Kualitasnya harus bagus dan sesuai standar. Jangan sampai material yang digunakan tidak sesuai karena ini berkaitan dengan kekuatan bangunan,” tegas Mimik saat sidak.
Rumah pompa yang berada di Jalan Raya Jati, Kecamatan Sidoarjo, tepatnya di seberang Lippo Plaza Sidoarjo, menjadi salah satu infrastruktur yang diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan Jati dan sekitarnya.
Kawasan tersebut selama beberapa tahun terakhir kerap mengalami genangan ketika hujan deras. Karena itu, keberadaan rumah pompa dinilai penting untuk mempercepat proses pengendalian dan pembuangan air.
Mimik menegaskan, percepatan pekerjaan tidak boleh mengorbankan kualitas. Terlebih konstruksi rumah pompa berkaitan langsung dengan air sehingga kekuatan bangunan dan kualitas material menjadi faktor penting.
Sorotan serupa disampaikan Ketua Java Corruption Watch (JCW), Sigit Imam Basuki, S.H., S.T., yang turut mendampingi sidak. Ia menilai pasir yang ditemukan di lokasi bukan pasir murni sebagaimana yang semestinya digunakan, melainkan pasir campuran ayakan sirtu yang masih mengandung debu tanah.
“Ditemukan pasir tidak sesuai standar. Harusnya pasir murni, bukan pasir campur ayakan sirtu bercampur debu tanah,” ujar Sigit saat dikonfirmasi, Selasa [22/9/2026].
Selain material pasir, Sigit juga menyoroti praktik pencampuran bahan untuk pasangan. Menurut dia, terdapat penggunaan satu sak semen Dynamix dengan empat kotak pasir, namun ukuran kotak yang digunakan disebut lebih besar dibandingkan volume sak semen.
“Kalau perbandingan 1:4 sesuai spek, tetapi kotaknya lebih besar, maka secara volume bisa menjadi 1:7. Hal ini bisa memengaruhi kualitas daya ikat spesi atau luluh dengan batu kali,” jelasnya.
Sigit menambahkan, penggunaan pasir yang bercampur sirtu dan debu tanah berpotensi memengaruhi daya rekat mortar. Kondisi tersebut, menurut dia, perlu menjadi perhatian agar pasangan fondasi maupun plengsengan tidak mudah mengalami retak atau kerusakan.
Sementara itu, Mimik juga meminta jajaran teknis Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) memastikan sistem pembuangan air dari rumah pompa tidak menimbulkan persoalan baru.
Ia mengingatkan agar kapasitas tampungan, kedalaman bangunan serta kemampuan saluran penerima aliran dihitung secara cermat. Apalagi kawasan Sidokare juga memiliki sejumlah titik rawan banjir.
“Kalau sungai itu nanti menjadi tempat pembuangan, harus segera dinormalisasi. Jangan sampai air dari sini justru menambah persoalan di daerah Sidokare yang juga selama ini mengalami banjir,” ujarnya.
Dengan waktu pelaksanaan yang tersisa sekitar tiga bulan, Mimik meminta pelaksana dan jajaran teknis bekerja secara cermat dan tidak menunda pekerjaan. Rumah pompa diharapkan sudah dapat berfungsi sebelum memasuki puncak musim hujan.
“Waktunya tinggal dua sampai tiga bulan menuju musim hujan. Jangan sampai ada keterlambatan. Semua harus dipikirkan dengan matang, termasuk kapasitas dan arah pembuangan airnya,” tandasnya.
Pemkab Sidoarjo menargetkan proyek tersebut segera rampung sehingga dapat difungsikan sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di kawasan Jati dan sekitarnya.[H.Dar/Red]
