SIDOARJO – Proyek revitalisasi SDN Bluru Kidul 2 di Kecamatan Sidoarjo senilai Rp450 juta kini resmi memasuki tahap krusial: pemasangan atap galvalum, Sabtu (1/8/2026). Namun, di balik berjalannya pengerjaan tersebut, sejumlah detail material dan dinamika di lapangan menarik perhatian publik.
Di lokasi proyek, atap galvalum yang digunakan mengusung merek Sunrise Steel. Terkait pemilihan merek ini, Suryono—penanggung jawab yang membantu pihak sekolah—menegaskan bahwa langkah tersebut sepenuhnya sah dan tetap berstandar SNI.
”Ada merek Kencananya kok. Sunrise itu merek Kencana yang keberapa gitu,” ujar pria yang akrab disapa Yono tersebut, sembari menjelaskan bahwa kualitasnya sepadan walau terdapat selisih harga dibanding merek Kencana.
Selain masalah merek, sorotan juga tertuju pada konstruksi kuda-kuda yang dipasang tunggal (bukan ganda). Yono meluruskan bahwa hal tersebut sudah sesuai prosedur Rencana Anggaran Biaya (RAB). Jarak antar-usuk yang sudah dirancang cukup rapat (sekitar 70–80 cm) membuat konstruksi tunggal dinilai sudah sangat kokoh. Bahkan, seluruh skema ini telah melalui inspeksi mendadak (sidak) dari Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo serta mengantongi persetujuan langsung dari Kepala Sekolah SDN Bluru Kidul 2.
Hasil Pantauan Besi Ring Balok, Merek Semen, Hingga Pekerja Di-PHK
Hasil pantuan dilapangan menyebutkan, di bagian atap pembesian ring balok menggunakan ukuran kecil (6 mm). Namun, tuduhan tersebut langsung dibantah tegas oleh Yono. Ia memastikan spesifikasi besi yang dipakai adalah ukuran 8 mm dan 10 mm. Untuk adonan material, proyek ini memanfaatkan Semen Merdeka yang juga telah mengantongi label SNI, meski memiliki selisih harga jika dibandingkan dengan Semen Gresik.
Di sisi lain, proses pengerjaan saat ini hanya ditangani oleh 5 orang pekerja tanpa didukung fasilitas mesin molen pengaduk material. Berkurangnya tenaga kerja ini terjadi setelah sang mandor, Zainal, memberhentikan 3 pekerja sebelumnya karena dianggap tidak memenuhi target performa.
Meski sempat terjadi perombakan tenaga kerja, pihak pengelola proyek memastikan tetap memprioritaskan kearifan lokal. Seluruh pengerjaan mengutamakan keterlibatan warga sekitar SDN Bluru Kidul serta masyarakat lokal Sidoarjo. [Budi/Agus/H. Dar/Red]
