SIDOARJO — Proyek rehabilitasi bangunan SDN Rangkah Kidul, Sidoarjo, disorot akibat dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Proyek yang bersumber dari anggaran revitalisasi Kementerian Pendidikan ini kedapatan menggunakan pasir batu (sirtu) yang diayak sebagai bahan adonan luluh untuk pemasangan pondasi batu dan dinding bata ringan.
Berdasarkan peninjauan di lapangan, tumpukan material sirtu tampak berada di sisi selatan dan timur area proyek pembangunan dua ruang kelas baru. Penggunaan sirtu yang diayak ini dikhawatirkan dapat mengurangi kekuatan struktur perekat bangunan dalam jangka panjang, meskipun komponen struktur utama lainnya terpantau menggunakan material yang sesuai standar, seperti besi ulir berukuran 12 mm dengan begel 8 mm serta semen merek Merdeka.
Selain temuan pada material adonan, aspek transparansi dan efektivitas pengerjaan proyek turut dipertanyakan. Papan informasi proyek yang seharusnya dipasang di area publik tidak ditemukan di lokasi. Di samping itu, mesin pengaduk beton (molen) yang tersedia di lokasi terlihat tidak difungsikan untuk pencampuran material. Proses pengadukan semen, pasir, dan kapur dilaporkan dilakukan secara manual oleh tenaga pekerja, yang berpotensi memengaruhi homogenitas dan kualitas adukan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengawas maupun kepala sekolah belum dapat dimintai keterangan. Saat dikunjungi ke sekolah, Kepala SDN Rangkah Kidul tengah menghadiri rapat di SMPN 4 Suko, menurut keterangan penjaga sekolah. Berdasarkan informasi dari para pekerja di lokasi, pelaksana proyek pembangunan ini berasal dari luar daerah, yakni Jawa Tengah.[Budi/H. Dar/Red]
