SIDOARJO – Keterlibatan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan dukungan pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dinilai sebagai hal yang wajar selama tidak melanggar aturan dan tetap menjaga nilai demokrasi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Warih Andono, saat menanggapi fenomena dukung-mendukung dalam Pilkades serentak di Kabupaten Sidoarjo.
Menurutnya, anggota DPRD memiliki hak politik yang sama dengan masyarakat pada umumnya, termasuk hak memilih dan memberikan dukungan kepada calon kepala desa.
“Seperti saya yang disebut ikut berkampanye pada Pilkades Kureksari dan videonya sempat viral di media sosial. Itu tidak melanggar aturan dan bukan forum resmi kampanye,” ujar Warih Andono, Rabu (13/5/2026).
Politikus Partai Golkar yang akrab disapa Abah Warih itu menegaskan dirinya juga merupakan warga asli Desa Kureksari sehingga memiliki hak konstitusional untuk menentukan pilihan politik dalam Pilkades.
“Selain sebagai anggota DPRD, saya juga warga Kureksari yang memiliki hak sama dengan warga lainnya untuk memilih dan mendukung calon yang dianggap terbaik,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan legislator dalam Pilkades tidak hanya terjadi pada dirinya. Menurutnya, sejumlah anggota DPRD lainnya juga memberikan dukungan kepada calon kepala desa di berbagai wilayah di Sidoarjo yang tahun ini melaksanakan Pilkades serentak di sekitar 80 desa.
“Bentuk dukungannya bermacam-macam. Ada yang memasang foto bersama calon di baliho, ada juga yang aktif mencari dukungan di lapangan. Selama tidak mencederai nilai demokrasi, itu merupakan hal yang wajar,” ujarnya.
Abah Warih juga mengingatkan agar pelaksanaan Pilkades tetap mengedepankan demokrasi yang sehat dan menjauhi praktik politik uang. Perbedaan pilihan politik, menurutnya, merupakan hal yang lumrah dalam proses demokrasi.
“Beda pilihan itu biasa dalam demokrasi. Yang penting masyarakat tetap menggunakan hak pilihnya dan tidak terlibat politik uang,” tegasnya.
Terkait video yang beredar di media sosial, ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan pribadi sebagai putra daerah, bukan bagian dari kampanye formal.
Warih mengaku mendukung calon petahana, Wishom, karena menilai kepemimpinannya selama ini cukup baik dan amanah dalam menjalankan pemerintahan desa.
“Sebagai warga asli Kureksari, saya merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap perkembangan desa. Karena itu saya mendukung calon yang menurut saya layak memimpin kembali,” ungkapnya.
Ia berharap pelaksanaan Pilkades di Desa Kureksari maupun di wilayah lain di Kabupaten Sidoarjo dapat berjalan aman, damai, serta tetap menjaga persatuan antarwarga.(dar/nata/red)
