SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memacu percepatan pembangunan infrastruktur demi meningkatkan mobilitas dan perekonomian warga. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, H. Makhmud, SH, MM, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik proyek vital pada Rabu (19/8/2026) dan Kamis (20/8/2026).
Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh pengerjaan fisik berjalan optimal, aman, serta memenuhi standar standar teknis yang ditetapkan.
”Sampai saat ini seluruh pengerjaan masih berjalan sesuai dengan timeline dan progres yang direncanakan,” tegas Makhmud di sela-sela peninjauan.
Beberapa titik strategis yang menjadi sasaran pemantauan antara lain:
• Jembatan Candi Negoro (Wonoayu): Proyek jembatan tepat di depan MI Bahrul Ulum yang kini memasuki tahap krusial pembuatan kisdam (pembendungan air galian) dan penggalian fondasi batu cor.
• Jalan Beton Gedangan – Betro: Peningkatan aksesibilitas jalan utama untuk mengurai kemacetan dan memperlancar arus barang.
• Jalan Tambak Cemandi – Tambak Oso (Sedati): Pembetonan jalur pesisir yang menjadi urat nadi perekonomian kawasan tambak dan penghubung antarwilayah.
Efisiensi Anggaran dan Prosedur Ketat
Proyek pembangunan Jembatan Candi Negoro yang digarap oleh kontraktor pelaksana CV Ardhi Bila mencatatkan efisiensi anggaran sebesar Rp165,8 juta dari proses lelang, dengan nilai kontrak akhir Rp1,467 miliar dari pagu awal Rp1,648 miliar.
Guna menjamin hasil konstruksi bermutu tinggi dan tahan lama, Pemkab Sidoarjo menerapkan sembilan poin standar operasional ketat selama masa pengerjaan:
1. Verifikasi Dokumen: Pemeriksaan kelengkapan dan kebenaran dokumen teknis konstruksi fisik.
2. Manajemen Terpadu: Penyusunan jadwal material, alat berat, tenaga kerja, manajemen lalu lintas, pengamanan lingkungan, hingga Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
3. Persiapan Lapangan: Pelaksanaan persiapan teknis sesuai pedoman standar baku.
4. Pemetaan & Dokumentasi Modern: Pemetaan Shop Drawing oleh tim ahli serta pengawasan digital berbasis foto dan drone.
5. Eksekusi & Pemeliharaan: Pengerjaan fisik presisi sekaligus perbaikan cacat mutu selama masa pelaksanaan.
6. Pelaporan Transparan: Pelaporan berkala harian, mingguan, hingga bulanan melalui rapat evaluasi lapangan.
7. Gambar Akhir (As-Built Drawing): Penyusunan dokumensi teknis sesuai hasil realisasi fisik di lapangan.
8. Jaminan Pemeliharaan: Perbaikan kerusakan komprehensif selama masa garansi pemeliharaan.
9. Cakupan Pekerjaan Menyeluruh: Pelaksanaan seluruh item pekerjaan pendukung secara utuh tanpa kompromi teknis.
Melalui pengawasan melekat ini, Pemkab Sidoarjo optimistis seluruh infrastruktur dapat rampung tepat waktu serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.[Budi/H. Dar/Red]
