SIDOARJO — Penerapan prinsip transparansi publik ditunjukkan secara terbuka dalam proses pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Tahun Anggaran 2026 di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Pelaksana proyek bernilai Rp2,09 miliar tersebut dinilai berani mengedepankan keterbukaan spesifikasi teknis dan gambar kerja kepada publik serta media massa.
Pelaksana Proyek SIHT 2026 dari CV Jati Jaya, H. JN, menyatakan komitmennya untuk menjalankan proyek sesuai dengan rincian teknis yang telah dirancang oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo bersama tim konsultan perencana dan pengawas.
Dalam keterangannya di Kantor Perumahan Pondok Jati Blok Q-45 pada Senin sore (10/8/2026), H. JN memaparkan secara menyeluruh rincian bahan sipil bangunan hingga kualitas pembesian yang digunakan. Pihaknya bahkan membagikan dokumen spesifikasi teknis dan gambar kerja secara detail kepada wartawan.
Koordinasi Intensif dan Pengujian Material di Lapangan
Pada tahapan pengerjaan terbaru, pelaksana telah menyelesaikan pengecoran lanjutan (sisa pelicap) menggunakan beton Readymix K-250 sebanyak 2,11 m³. H. JN menjelaskan bahwa proses pengiriman beton dilakukan dari batching plant, dan pihak pelaksana bersama sales Readymix melengkapi proses tersebut dengan pengujian slump test untuk memastikan mutu beton.
Guna mempermudah koordinasi teknis harian, pelaksana memanfaatkan grup percakapan WhatsApp yang melibatkan elemen vital proyek:
• H. JN (Pelaksana Proyek / CV Jati Jaya)
• Putranti Cahyaningsiwi, S.T., M.T. (Pejabat Pembuat Komitmen / PPKom sekaligus Kabid Perindustrian Disperindag Sidoarjo)
• Maun Turedjo, S.T. (Konsultan Pengawas dari CV Persada Utama Konsultan)
Dalam perbincangan koordinasi pengiriman satu unit armada molen Readymix K-250 tersebut, Maun Turedjo dan Putranti Cahyaningsiwi (yang akrab disapa Bu Ipunk) menyampaikan harapan agar seluruh tahapan pengecoran berjalan aman dan lancar.
Rincian Spesifikasi Teknis Pembesian dan Baja
Kesesuaian material di lapangan turut dikonfirmasi oleh Wanto, staf dari Konsultan Pengawas Maun Turedjo. Dalam laporan pengecekan checklist fabrikasi sloof ukuran 25 \times 40 \text{ cm}, penulangan dinyatakan telah sesuai dengan gambar teknis, dengan ketebalan selimut beton 5 \text{ cm}.
Adapun rincian material yang tercatat dan terverifikasi meliputi:
• Besi Tulangan Sloof: Besi D 13 TS 420 merek Hanil Jaya.
• Besi Begel: Besi diameter 8 TP 280 merek Hanil Jaya dengan jarak sengkang 15 \text{ cm}.
• Besi Beton Polos & Ulir: Merek sesuai spesifikasi teknis (Hanil: HIJ dan LS), yang disiapkan untuk pengambilan sampel pengujian laboratorium.
• Konstruksi Baja: WF 300 \times 150 LSI-SNI yang telah tiba di workshop CV Jati Raya.
”Kami mohon konsultan pengawas memeriksa barangnya sebelum saya potong fabrikasinya,” tegas H. JN saat meminta verifikasi material baja sebelum melangkah ke proses pemotongan.
•
• Model Keterbukaan untuk Proyek Strategis
• Keterbukaan informasi spesifikasi teknis yang ditunjukkan oleh CV Jati Jaya dinilai dapat menjadi contoh atau pilot project bagi pengerjaan proyek-proyek infrastruktur lain di Kabupaten Sidoarjo, baik yang bernilai miliaran hingga puluhan miliar rupiah.
• Praktik transparansi seperti ini diharapkan dapat diadopsi oleh para pelaksana proyek, Tim Pengadaan Barang/Jasa (PBJ), hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Delta, Jawa Timur, maupun secara nasional.
• Model kerja terbuka ini membuktikan bahwa pengerjaan proyek publik dapat menghasilkan bangunan bermutu tinggi dan terhindar dari potensi tindak pidana korupsi, sembari tetap memberikan keuntungan yang sah bagi kontraktor untuk mendukung kesejahteraan karyawan, keluarga, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.[Budi/Agus/H. Dar/Red].
