SIDOARJO – Program UMKM Naik Kelas yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus menunjukkan capaian positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Sejak diluncurkan pada 2021 hingga 2025, program yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah tersebut berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
Melalui berbagai program pemberdayaan, pembinaan, fasilitasi perizinan, akses permodalan hingga peningkatan daya saing usaha, ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo berhasil meningkatkan kapasitas usahanya dan naik kelas.
Target program UMKM Naik Kelas yang ditetapkan Pemkab Sidoarjo setiap tahun sebanyak 4.000 usaha mikro. Sementara untuk tahun 2026, pelaksanaan program masih berlangsung dan capaian realisasinya akan diketahui pada awal tahun 2027 setelah dilakukan evaluasi menyeluruh.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Sidoarjo, H. Mohamad Edi Kurniadi, ST., MM, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro, H. Amat Adi Subhan, SH, M.AP, NL.P menjelaskan bahwa program UMKM Naik Kelas merupakan implementasi visi dan misi pembangunan daerah yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, yakni memperkuat ekonomi masyarakat berbasis usaha mikro yang mandiri dan berdaya saing.
“Target yang ditetapkan adalah 20.000 usaha mikro naik kelas dan berdaya saing. Hingga tahun 2025, sebanyak 5.317 usaha mikro berhasil naik kelas. Dengan capaian tersebut, total usaha mikro yang telah naik kelas sampai akhir tahun 2025 mencapai 21.275 usaha mikro atau melampaui target yang ditetapkan,” ujar Amat Adi Subhan saat ditemui di kantornya, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa program pemberdayaan UMKM yang dijalankan Pemkab Sidoarjo mampu memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha mikro sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah.
Secara rinci, realisasi program UMKM Naik Kelas selama lima tahun terakhir menunjukkan tren yang terus meningkat. Pada tahun 2021 tercatat sebanyak 1.664 usaha mikro berhasil naik kelas. Kemudian pada tahun 2022 realisasi mencapai 4.633 usaha mikro dari target 4.000 usaha mikro.
Pada tahun 2023, realisasi mencapai 4.284 usaha mikro. Selanjutnya pada tahun 2024 meningkat signifikan menjadi 5.377 usaha mikro, dan pada tahun 2025 tercatat sebanyak 5.317 usaha mikro berhasil naik kelas.
Sementara itu, pelaksanaan program pada tahun 2026 masih berjalan dan saat ini terus dilakukan pendampingan terhadap pelaku usaha mikro yang menjadi sasaran program.
Renovasi 2.000 Warung Rakyat Terlampaui
Selain program UMKM Naik Kelas, Dinkop UM Kabupaten Sidoarjo juga menjalankan program strategis renovasi warung rakyat sebagai upaya memperkuat sektor usaha mikro dari sisi sarana dan prasarana usaha.
Program tersebut menargetkan renovasi sebanyak 2.000 warung rakyat. Hingga akhir tahun 2025, realisasinya telah mencapai 2.010 warung atau melampaui target yang ditetapkan.
Amat Adi Subhan menjelaskan bahwa pada tahun 2025 sebanyak 800 warung rakyat berhasil direnovasi. Dengan tambahan tersebut, total warung yang telah memperoleh bantuan renovasi sejak program dimulai mencapai 2.010 unit.
“Renovasi warung rakyat menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah agar pelaku usaha mikro memiliki tempat usaha yang lebih layak, nyaman, dan mampu meningkatkan daya tarik konsumen,” katanya.
Adapun realisasi renovasi warung rakyat pada tahun 2022 mencapai 393 warung dari target 400 warung. Tahun 2023 terealisasi 422 warung dari target 402 warung. Tahun 2024 terealisasi 395 warung dari target 400 warung. Sedangkan pada tahun 2025 target 800 warung berhasil terealisasi seluruhnya.
Program tersebut juga masih berlanjut pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas usaha mikro di Kabupaten Sidoarjo.
Fasilitasi Perizinan Dorong UMKM Lebih Kompetitif
Dalam menghadapi era digitalisasi dan persaingan usaha yang semakin ketat, Dinkop UM Sidoarjo juga menjalankan program fasilitasi perizinan usaha bagi pelaku UMKM.
Program yang disebut sebagai revolusi perizinan tersebut bertujuan menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif, mempermudah legalitas usaha, serta meningkatkan akses pelaku UMKM terhadap pembiayaan dan pasar yang lebih luas.
Pada tahun 2025, sebanyak 730 usaha mikro mendapatkan fasilitasi perizinan usaha dari Dinkop UM Kabupaten Sidoarjo.
Secara bertahap, program tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Pada tahun 2021 tercatat 78 usaha mikro mendapatkan fasilitasi perizinan. Tahun 2022 sebanyak 300 usaha mikro, tahun 2024 meningkat menjadi 750 usaha mikro, dan tahun 2025 terealisasi 730 usaha mikro.
“Pada era kepemimpinan Bupati Sidoarjo, H. Subandi, capaian program UMKM Naik Kelas mengalami peningkatan yang cukup signifikan, terutama pada tahun 2024 dan 2025 yang berhasil melampaui target,” tutur Amat Adi Subhan.
Akses Permodalan Melalui Kurda
Selain pembinaan dan fasilitasi perizinan, Dinkop UM Kabupaten Sidoarjo juga memberikan dukungan akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda).
Program tersebut menawarkan pinjaman dengan bunga ringan sebesar 0,2 persen yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usahanya.
Melalui program ini, pelaku usaha dapat memperoleh pinjaman mulai Rp6 juta hingga Rp10 juta tanpa agunan. Selanjutnya, Dinkop UM memberikan rekomendasi kepada Perumda Delta Artha Sidoarjo sebagai lembaga penyalur pembiayaan milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu membantu pelaku usaha mikro yang mengalami keterbatasan modal agar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jaringan usahanya.
Pelaku UMKM Rasakan Manfaat Program
Manfaat program UMKM Naik Kelas juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha mikro di Kabupaten Sidoarjo.
Salah satunya adalah Ari, pemilik Warung Inyo di kawasan Jalan Gajah Mada, Sidoarjo. Sejak tahun 2020 hingga 2026, ia mengaku menjadi mitra binaan Dinkop UM Sidoarjo dan memperoleh berbagai bentuk pendampingan usaha.
Menurut Ari, kemudahan pengurusan legalitas usaha, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga akses pembiayaan melalui program Kurda, menjadi faktor penting dalam pengembangan usahanya.
“Pertama saya mendapatkan pinjaman sebesar Rp5 juta. Kemudian meningkat menjadi Rp10 juta. Alhamdulillah dana tersebut saya gunakan sebagai tambahan modal usaha nasi bebek yang saya jalankan di sentra kuliner Gajah Mada,” ujarnya.
Usaha kuliner yang dikelolanya kini terus berkembang dengan harga menu yang tetap terjangkau bagi masyarakat. Selain melayani pembelian langsung, Warung Inyo juga melayani pemesanan melalui platform daring.
Sementara itu, Yunus selaku juru masak Warung Inyo mengaku jumlah pelanggan terus meningkat dari waktu ke waktu.
“Alhamdulillah pesanan semakin ramai. Kami buka mulai pukul 09.00 WIB hingga dagangan habis,” katanya.
Pemkab Dorong UMKM Tembus Pasar Modern
Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP, menegaskan bahwa pembinaan UMKM tidak hanya berhenti pada aspek permodalan dan legalitas usaha, tetapi juga harus menyentuh aspek pemasaran dan perluasan akses pasar.
Menurutnya, pelaku usaha mikro di Sidoarjo perlu mendapatkan pendampingan yang lebih intensif agar produknya mampu masuk ke pasar modern, seperti supermarket, minimarket, hotel, maupun sektor usaha lainnya.
“Pelaku usaha mikro harus terus diberikan pembinaan dan pendampingan agar usahanya berkembang dan mampu naik kelas. Pemerintah daerah harus hadir memberikan dukungan, termasuk membuka akses pemasaran yang lebih luas,” ujarnya.
Mimik juga menilai program permodalan melalui Kurda harus dijalankan secara tepat sasaran dengan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat program dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Bagi pelaku usaha yang telah berhasil memanfaatkan pinjaman tanpa agunan sebesar Rp10 juta, ke depan dapat ditingkatkan ke skema pembiayaan yang lebih besar sesuai ketentuan yang berlaku. Yang terpenting adalah pendampingan dan pengawasan agar usaha mereka terus berkembang,” tegasnya.
Ia menambahkan, ketepatan sasaran menjadi faktor penting dalam keberhasilan Program UMKM Naik Kelas. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan agar seluruh program pemberdayaan UMKM dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga Sidoarjo.
Dengan capaian yang telah melampaui target, Program UMKM Naik Kelas di Kabupaten Sidoarjo diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah tantangan persaingan usaha yang semakin dinamis. (dar/nata/red)
