SIDOARJO – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) melakukan monitoring dan koordinasi lapangan terhadap pembangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Abdul Haris, bersama perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.
Monitoring dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target yang ditetapkan, yakni rampung pada Juni 2026. Dengan demikian, fasilitas tersebut diharapkan sudah dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres pembangunan fisik telah mencapai 22,35 persen. Angka tersebut melampaui target sebesar 20,33 persen hingga 31 Maret 2026.
Meski demikian, pihak pelaksana proyek dari PT Waskita Karya menyampaikan adanya potensi kendala teknis yang dapat memengaruhi percepatan pekerjaan. Salah satunya terkait proses pemasangan tiang pancang yang harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari dampak terhadap bangunan di sekitar lokasi proyek.
Sementara itu, perwakilan Pondok Pesantren Al Khoziny mengusulkan pemenuhan sarana pendukung pembelajaran setelah pembangunan fisik selesai. Menanggapi hal tersebut, perwakilan Kementerian Agama menyatakan akan mengupayakan dukungan fasilitas yang dibutuhkan.
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Pekerjaan Umum juga meminta dukungan Kemenko PM untuk mempercepat tindak lanjut usulan anggaran pembangunan lanjutan tahun 2026 yang telah diajukan kepada Kementerian Sekretariat Negara.
Menanggapi hal itu, Abdul Haris menyatakan pihaknya akan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan pembangunan Pondok Pesantren Al Khoziny berjalan sesuai rencana.(dar/nata/red)
