SIDOARJO – Sekitar 40 pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi [SPPG] di Sidoarjo menyatakan dukungan agar Program Makan Bergizi Gratis [MBG] tetap dilanjutkan pemerintah. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan yang difasilitasi Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Sidoarjo di Kantor Kadin, Sekardangan, Senin sore [22/6/2026].
Pertemuan itu juga menjadi ajang pembentukan Forum Komunikasi pengelola SPPG Sidoarjo. Forum ini merencanakan aksi damai sebagai bentuk penyampaian aspirasi agar program MBG tidak dihentikan.
Ketua Kadin Sidoarjo sekaligus Ketua Forkom SPPG Sidoarjo, Ubaidillah Nurdin, mengatakan pihaknya mengumpulkan pengelola SPPG untuk menyamakan persepsi terkait pelaksanaan program.
“Kadin ditunjuk pemerintah sebagai mitra pelaksanaan program MBG. Kalau pun ada kekurangan, harus diperbaiki. Kami mendorong agar program ini tetap berjalan demi pemenuhan gizi siswa,” ujar Ubaidillah.
Sekretaris Forkom SPPG Sidoarjo, Jalalludin Alham, menambahkan bahwa pertemuan juga membahas dinamika yang berkembang setelah muncul aksi mahasiswa yang menuntut penghentian program MBG.
“Mahasiswa dan kami sama-sama warga negara yang punya hak menyampaikan aspirasi. Dalam aksi nanti, kami akan menuntut agar program MBG tidak dihentikan pemerintah,” kata Jalalludin.
Saat ini, sebanyak 117 dapur SPPG beroperasi di Sidoarjo dan melayani puluhan ribu siswa. Dari jumlah tersebut, 19 unit ditutup sementara karena belum memenuhi persyaratan instalasi pengelolaan air limbah sesuai standar higienis.
Program MBG merupakan program nasional yang digagas pemerintahan Prabowo-Gibran untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Kadin Sidoarjo menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan program di lapangan.[dar/nata/red]
