SIDOARJO — Pelaksanaan proyek pembangunan Rumah Pompa Pesawahan–Kedensari di wilayah Desa Pesawahan, Kecamatan Porong, yang berkaitan dengan kawasan Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, menjadi sorotan. Pasalnya, perkembangan pekerjaan proyek tersebut disebut belum kembali ditampilkan dalam laporan online E-Kenda Pemkab Sidoarjo, meski sebelumnya progres pekerjaan telah dilaporkan oleh konsultan pengawas.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai perkembangan pekerjaan di lapangan serta mekanisme pelaporan progres proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah tersebut.
Berdasarkan penelusuran di lokasi, aktivitas pekerjaan masih terlihat. Tim media menemukan satu unit alat berat jenis PC 200 yang digunakan untuk pekerjaan di sekitar area penampungan air.
Sejumlah mini pile atau tiang pancang juga telah ditanam. Selain itu, terlihat pemasangan kisdam berbahan bambu dan beberapa sheet pile yang berfungsi membendung aliran air agar proses pekerjaan konstruksi penampungan dapat berjalan.
Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh CV Cipta Buana Bendera, yang beralamat di Jalan Raya Kludan RT 02/RW 02, Kecamatan Tanggulangin. Direktur perusahaan tersebut disebut bernama Deny.
Aktivitas Alat Berat dan Nama Risky
Saat berada di lokasi, tim media mendapati operator alat berat yang dikenal dengan nama H. Hari. Ketika hendak dikonfirmasi, yang bersangkutan sempat menghindar. Namun, beberapa saat kemudian H. Hari terlihat kembali menuju alat berat dan mengoperasikannya untuk meratakan tanah di sekitar area penampungan air.
Ketika dikonfirmasi mengenai keterlibatannya dalam pekerjaan tersebut, H. Hari menyampaikan pernyataan singkat.
“Oalah, tak kira siapa. Dulu saya menyuruh, sekarang disuruh,” ujarnya.
Dalam percakapan tersebut, H. Hari juga sempat menyebut nama Risky.
“Nanti tak sampaikan Risky,” katanya.
Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai siapa yang secara teknis mengoordinasikan pekerjaan di lapangan. Apakah berada di bawah kendali Deny selaku direktur CV Cipta Buana atau terdapat pihak lain yang turut mengoordinasikan pekerjaan.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa H. Hari memiliki hubungan keluarga dengan Deny, H. Hari sebagai kakak ipar Deny. Namun demikian, keterlibatan masing-masing pihak dalam pelaksanaan proyek tersebut masih perlu dikonfirmasi secara resmi kepada pihak-pihak terkait.
Nilai Proyek Rp2,22 Miliar
Berdasarkan informasi pengadaan yang dihimpun, proyek Rumah Pompa Pesawahan–Kedensari memiliki pagu atau HPS sekitar Rp2,5 miliar, dengan nilai penawaran terkoreksi sekitar Rp2,22 miliar.
Sejumlah kontraktor yang ditemui menyebut nama H. Deby Alghifary sebagai pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan proyek tersebut. Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan sumber dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Namun Risky adalah Anak buah H. Deby Alghifary yang diberi amanah sebagai Direktur CV BJ semenjak H. Bung meninggal. CV BJ pemenang tender Pasar Taman Rp 1,468 miliar yang lemot pekerjaannya disidak Wabup Sidoarjo, Mimik Idayana pekan lalu. Rekam jejak CV Cipta Buana kerap dipakai bekerja oleh H. Deby Alghifary seperti Tahun 2023 mengerjakan proyek tahap pertama SMPN 2 Prambon.
Hingga berita ini disusun, upaya konfirmasi kepada H. Deby Alghifary belum memperoleh tanggapan. Bahkan, menurut keterangan tim media, nomor WhatsApp yang digunakan untuk menghubungi yang bersangkutan tidak dapat lagi menerima pesan dari media ini.
Karena itu, dugaan mengenai siapa sebenarnya pihak yang berada di balik pelaksanaan pekerjaan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Menunggu Penjelasan Dinas
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah belum terlihatnya pembaruan progres proyek pada E-Kenda Pemkab Sidoarjo, setelah sebelumnya disebut terdapat laporan progres dari konsultan pengawas.
Apakah kondisi tersebut berkaitan dengan proses administrasi pelaporan, keterlambatan pembaruan sistem, atau faktor lainnya, sepenuhnya membutuhkan penjelasan dari instansi teknis.
Untuk mendapatkan kejelasan, tim media akan melakukan konfirmasi kepada Kepala DPU BMSDA Kabupaten Sidoarjo, H. Makhmud, serta Kabid Drainase, Erwindo, mengenai status proyek, progres pekerjaan, mekanisme pelaporan pada E-Kenda, serta pihak-pihak yang secara resmi bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek Rumah Pompa Pesawahan–Kedensari.
Konfirmasi dari pihak kontraktor, konsultan pengawas, dan DPU BMSDA penting agar informasi mengenai proyek tersebut dapat disajikan secara utuh dan berimbang kepada masyarakat. (Budi/H. Dar/Red)
