SIDOARJO – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, SH, M.Kn, resmi melantik 80 kepala desa (kades) terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Pendapa Delta Wibawa, Sidoarjo, Senin (29/6/2026). Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya adaptasi cepat dalam tata kelola pemerintahan desa serta transparansi pengelolaan anggaran di era digital.
Dari total 80 kades yang dilantik, tercatat hanya 17 orang yang merupakan petahana, sementara 63 lainnya adalah wajah baru. Meski sebagian kecil dari kades baru tersebut memiliki latar belakang sebagai modin atau sekretaris desa (sekdes) yang sudah familier dengan birokrasi, mayoritas dinilai masih memerlukan adaptasi mendalam.
Dorong Bimbingan Teknis di Tingkat Kecamatan
Menyikapi banyaknya figur baru dalam jajaran pemerintahan desa, Bupati Subandi menginstruksikan para camat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk proaktif memberikan bimbingan teknis (bintek) dan arahan strategis.
Subandi menegaskan agar jajaran di tingkat bawah tidak hanya bertumpu pada program bintek dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, mengingat saat ini pemkab sedang melakukan efisiensi anggaran.
”Untuk itu, saya memohon kepada camat dan PMD untuk memberikan bimbingan teknis dan arahan. Jangan mengandalkan dan berharap bintek dari Pemkab Sidoarjo, karena saat ini kita sedang dalam sorotan efisiensi anggaran,” ujar Subandi dalam pidatonya.
Sentilan Humoris Terkait Integritas Keuangan Desa
Di tengah pidato, Bupati Subandi juga memberikan imbauan tegas namun bernada seloroh terkait gaya hidup para kepala desa. Ia mengingatkan agar para kades, baik yang baru maupun yang sedang menjabat, menghindari aktivitas hiburan malam seperti karaoke demi menjaga integritas dan akuntabilitas keuangan desa.
”Sebab saat ini sistem pengelolaan keuangan semakin canggih di era digitalisasi. Semua orang bisa mengakses. Kades yang suka karaoke, berhenti dulu ya,” kelakar Bupati Subandi yang langsung disambut tepuk tangan dari para tamu undangan.
Bupati juga berkelakar bahwa SK jabatan 80 Kades yang baru dilantik sudah ditangan, mempersilahkan bila mau disekolahkan ke Perumda Delta Artha.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai pengingat nyata bahwa pengawasan publik terhadap Dana Desa saat ini semakin ketat berkat keterbukaan informasi.
Rekonsiliasi Warga Pasca-Pilkades
Lebih lanjut, Subandi meminta seluruh kepala desa terpilih untuk segera melakukan rekonsiliasi dan merangkul kembali seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang konstelasi politik masa lalu.
”Pilkades sudah usai. Jangan ada lagi faksi-faksi antara yang mendukung dan tidak mendukung. Kepala desa merupakan pemimpin desa yang menjabat milik semua warga,” tandasnya.
Apresiasi Pengamanan Wilayah
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sidoarjo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI dan Polri yang berhasil mengawal jalannya Pilkades serentak pada Minggu, 24 Mei lalu, sehingga situasi kamtibmas di Sidoarjo tetap kondusif.
”Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, dan Dandim 0816/Sidoarjo, Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, yang telah berhasil mengamankan jalannya Pilkades serentak hingga menciptakan Sidoarjo yang aman dan kondusif,” ungkapnya.
Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting daerah, di antaranya Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih, Sekda Dr. Fenny Apridawati, Asisten Administrasi Pemerintahan Benny Airlangga, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. HM. Bahrul Amig, Kepala Dinas PU Perkim CKTR Ir. HM. Bachruni Aryawan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) se-Kabupaten Sidoarjo.*
[reporter : kaji dar]
[editor : Lady, SH].
