SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi mengobarkan perang terbuka melawan peredaran minuman keras (miras) ilegal. Tak main-main, dalam aksi razia maraton dua malam berturut-turut, tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, berhasil melumpuhkan jaringan peredaran miras di 18 kecamatan sekaligus pada Sabtu (1/8/2026) malam.
Hasilnya tak main-main: 1.696 botol miras berbagai merek disapu bersih oleh petugas gabungan dari unsur Forkopimda dan Forkopimka.
Modus Toko Vape: Depan Bawaan Rokok Elektrik, Belakang Sarang Miras
Operasi besar-besaran ini menyisir berbagai titik rawan, mulai dari warung remang-remang, toko kelontong, hingga lokasi tersembunyi yang disinyalir menjadi tempat penyimpanan miras.
Tangkapan paling mencengangkan ditemukan di kawasan Graha Kota. Petugas membongkar modus licik pengusaha nakal yang menyamarkan gudang penyimpanan miras menggunakan kedok toko vape (rokok elektrik).
Dari ruko berkedok toko vape tersebut, petugas mengamankan sebanyak 851 botol miras. Sementara 845 botol lainnya berhasil disita dari penyisiran di 17 kecamatan lain.
”Kalau dilihat dari depan memang tampak seperti toko vape biasa. Tapi begitu petugas mengecek ke area belakang, ternyata difungsikan sebagai gudang penampungan miras. Jumlahnya mencapai 851 botol,” ungkap Bupati Subandi di lokasi razia.
Jualan Eceran via Aplikasi Online, Bupati Subandi: “Jangan Coba-Coba!”
Tak hanya modus penyamaran fisik, operasi ini juga membongkar kenekatan pelaku yang memanfaatkan teknologi digital. Petugas menemukan adanya dugaan penyalahgunaan izin usaha dari oknum yang mengklaim diri sebagai distributor. Miras tersebut justru dijual secara eceran bebas kepada masyarakat melalui aplikasi belanja online.
Menanggapi tindakan kucing-kucingan ini, Bupati Subandi menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun. Langkah tegas ini diambil karena peredaran miras liar terbukti menjadi pemicu utama berbagai aksi kriminalitas dan gangguan kamtibmas di Sidoarjo.
”Sidoarjo tegas perang melawan miras! Alhamdulillah, malam ini seluruh teman-teman camat bergerak serentak. Jangan pernah coba-coba mengelabui petugas—ngaku distributor tapi malah eceran lewat aplikasi online. Praktik mengular seperti ini pasti kami babat habis!” pungkas Subandi dengan nada tegas.
Reporter/Editor:Dar / Redaksi WartaNusa.Net
