SIDOARJO – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo, dinamika internal partai mulai mengemuka, termasuk terkait dukungan terhadap sejumlah figur yang disebut-sebut akan maju dalam kepengurusan periode mendatang.
Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kabupaten Sidoarjo menegaskan tidak pernah memberikan dukungan kepada Subandi untuk kembali memimpin DPC PKB Sidoarjo. Pernyataan ini disampaikan menyusul adanya klaim dukungan yang beredar di publik.
Ketua DKC Garda Bangsa Sidoarjo, Wahyu Sejati, mengatakan bahwa pernyataan yang mengatasnamakan organisasi tersebut bukan merupakan sikap resmi lembaga.
“Itu pernyataan oknum yang mengatasnamakan Garda Bangsa. Tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap organisasi secara kelembagaan,” ujar Wahyu, Jumat (27/3/2026).
Ia menegaskan, sebagai badan otonom partai, Garda Bangsa memiliki mekanisme dan garis komando yang jelas dalam menentukan sikap politik.
“Setiap bentuk dukungan harus melalui mekanisme organisasi. Kami menyayangkan adanya pihak yang membawa nama Garda Bangsa untuk kepentingan tertentu,” tambahnya.
Wahyu juga mengimbau seluruh kader untuk menjaga soliditas organisasi dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi merugikan nama baik lembaga.
Sementara itu, terkait proses penjaringan calon pengurus, DPW PKB Jawa Timur bersama DPP PKB telah membentuk tim khusus yang dikenal sebagai Tim 7. Tim ini bertugas melakukan pemetaan dan seleksi terhadap calon ketua, sekretaris, dan bendahara DPC.
Sejumlah nama kader internal disebut masuk dalam proses penjaringan, di antaranya Abdillah Nasih, Usman, dan Rizza Ali Faizin. Namun demikian, keputusan akhir terkait susunan kepengurusan tetap berada di tangan DPP PKB melalui mekanisme yang berlaku.
Bendahara DPW PKB Jawa Timur, Solichul Umam, menyampaikan bahwa Tim 7 telah menyelesaikan proses penjaringan dan hasilnya telah diserahkan ke DPP PKB.
“Hasil penjaringan Tim 7, termasuk untuk Sidoarjo, sudah diserahkan ke DPP sejak 8 Maret. Selanjutnya akan dibahas dalam forum Muscab,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam Muscab, peserta masih memiliki ruang untuk mengusulkan nama lain. Namun, seluruh calon tetap akan melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan.
“Keputusan akhir tetap berada di DPP melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan,” tambahnya.
Cak Umam juga menilai bahwa proses penjaringan telah berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan partai.
“Kami meyakini kader yang terjaring merupakan kader terbaik yang akan diseleksi lebih lanjut untuk memimpin partai ke depan,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Subandi terkait dinamika tersebut.(dar/nata/red)
