Bukan Sekadar Kedai Kopi: Dari Lomba 17-an Menuju Ruang Silaturahmi Terminal Larangan
SIDOARJO — Menggabungkan elemen pasar, terminal, dan komunitas dalam satu wadah kegiatan merupakan terobosan baru di kawasan Larangan. JAM TAYANG membuktikan bahwa peran sebuah tempat nongkrong bisa melampaui sekadar transaksi jual beli minuman, melainkan sebagai ruang perjumpaan warga.
Harapan yang tertanam dari kegiatan ini sangat sederhana namun bermakna. Pedagang pasar kini lebih kenal dengan pekerja terminal, karyawan kedai dapat membaur dengan lingkungan sekitar, dan para pecinta sepeda onthel mendapat panggung untuk membagikan kisah masa lalu.
Kemerdekaan tidak harus selalu dirayakan dengan acara berskala raksasa.
Sebab pada akhirnya, makna kemerdekaan justru terpancar nyata dari hal-hal kecil: ketika orang-orang yang biasanya hanya berpapasan tanpa suara, kini bisa duduk bersama, tertawa lepas, dan saling menyapa hangat.[Habis/H. Dar/Red]
